Kapolres Kabupaten Kupang M lingga

Polres Kabupaten Kupang Diduga Endapkan Kasus

Media Group : Zonalinenews, Erende Pos –Kupang ,– Hingga saat ini Polres Kupang belum juga menuntaskan kasus penganiayaan yang melibatkan tenaga honorer di DPRD Kabupaten Kupang, Yopi S Manu terhadap ED.

Kapolres Kabupaten Kupang M lingga

Kapolres Kabupaten Kupang M lingga

Pasalnya kasus penganiyaan yang dilaporkan ED selaku korban dalam kasus ini, diduag mengendap di tangan pihak Polres Kupang karena sampai saat ini kasus tersebut belum juga memiliki kejelasan.
ED yang ditemui di Kupang, Rabu 7 Januari 2015 mempertanyakan kasus penganiyaan yang melibatkan Yopi S Manu selaku tenaga honorer DPRD Kabupaten Kupang yang belum memiliki kejelasan secara hukum karena diduga kuat diendapkan oleh penyidik Polres Kupang.
Dijelaskan ED, kasus tersebut terjadi sejak 20 November 2014 lalu sekitar pukul 09.00 Wita di ruang kerja Sekwan DPRD Kabupaten Kupang. ED mengisahkan awalnya dirinya mendatangi tempat kerjanya untuk bekerja sebagai tenaga honorer DPRD Kabupaten Kupang.


Setibanya disana, kata ED, pintu masih dalam keadaan terkunci karena kuncinya di bawa rekan sekantornya. Saat itu pelaku sedang berada bersama-sama dengan korban. Saat itu pelaku menyuruh korban untuk bekerja namun korban mengatakan dirinya sedang menunggu kunci karena sedang dibawa temannya.
ED menambahkan saat itu juga dirinya mengatakan bahwa dirinya tahu akan tugasnya sebagai tenaga honorer sehingga masing-masing melaksanakan tugasnya sendiri. Mendengar hal itu, pelaku naik pitam dan langsung menganiaya korban dengan cara memukuli korban dengan tangan hingga pingsan.
“Yopi pukul saya pakai tangan di wajah sampai bengkak dan dibagian kepala bengkak juga. Karena pukulnya keras maka saya pingsan saat itu juga, “ kisah korban.
Beruntungnya, tambahnya, sala satu rekan kerjanya melihat kejadian itu dan melaporkan pada rekan lainnya sehingga bisa dilerai oleh rekannya yang pria. Namun saat terjatuh pelaku hendak mengikuti dirinya untuk memukulinya lagi.
Yang menjadi pertanyaan besar bagi korban, ketika diperiksa sebagai korban di Polres Kupang, oleh sala satu penyidik mengatakan ini merupakan kasus Tipiring bukan penganiyaan. Dengan alasan bahwa dalam kasus itu korban tidak mengalami luka serius atau luka robek pada bagian wajah atau kepala.
Korban menduga bahwa kasus itu diendapkan sekaligus dialihkan oleh Polres Kupang dari penganiayaan menjadi Tipiring. Hal itu terjadi karena dugaan kuat bahwa sala satu keluarga pelaku merupakan penyidik Polres Kupang yang menangani kasus tersebut.
ED juga menuturkan kasus ini, dirinya sudah bersedia melakukan upaya damai namun pelaku tidak menanggapi sikap korban. Pelaku lebih memilih diam karena diduga kuat karena ada dukungan dari keluarganya yang ada di Polres Kupang.
Mengenai kasus ini, korban telah melaporkan oknum Polres Kupang ke Komnas HAM untuk ditindak lanjuti terkait sikap tim penyidik Polres Kupang yang menangani kasus penganiayaan yang melibatkan tenaga honorer DPRD Kabupaten Kupang. (*che)