Rudy Soik Mengaku, Satgas Anti Trafficking Tidak Bersih

Media Group, Zonalinenews, Kupang – Brigpol. Rudy Soik, mantan Anggota penyidik Satuan Tugas (Satgas) Anti Trafficking (Perdagangan Manusia) Polda NusaTenggara Timur (NTT), mengaku, dalam tubuh anggota Satgas anti Trafficking tersebut sudah tidak bersih. Pasalnya, lolosnya pelaku Trafficking, Toni Seran alias Toser,  karena adanya bocoran informasi yang diberikan anggota Satgas dan juga Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum), Sam Kawengian.

suasana saat sidang Rudy Soik

suasana saat sidang Rudy Soik

 

Pengakuan Rudy tersebut, saat gelar sidang kasus penganiayaan yang dilakukannya terhadap Ismal Pati Sanga (30), warga Adonara di Pengadilan Tipikor Kupang, Kamis 22 Januari 2015.
Dalam persidangan Rudy mengaku saat operasi penangkapan Toni Seran, ada anggota Satgas Anti Trafficking yang meloloskan pelaku. Tindakan anggota Satgas yang meloloskan pelaku menurut Rudy merupakan perintah dari Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimum), Sam Kawengian.

 
“Setiap saya buru Toser, GPS saya selalu disadap, sehingga pelaku langsung kabur. Dan yang membocorkan itu adalah anggota Satgas itu sendiri atas perintah Dirkrimum,” aku Rudy.
Rudy Soik juga dikejar puluhan pertanyaan oleh Hakim Ketua terkait alasan dirinya melakukan pemukulan terhadap Ismail Pati Sanga. Selain alasan pemukulan hakim juga mempertanyakan alasan Rudy Soik membawa Ismail ke wilayah Bimoku, Kelurahan Lasiana.

 
Menjawab pertanyaan hakim tersebut, Rudy Soik mengaku, hal tersebut dilakukannya karena Ismail tidak mengaku keberadaan Toser. Selain itu, Rudy mengatakan nama Ismail terkuak setelah anggota Satgas melakukan penyidikan terhadap Tedy Moa.

 
Mendengar jawaban Rudy Soik, hakim ketua yang memimpin persidangan tersebut menyatakan, pernyataan Rudy merupakan bentuk pembelaan diri. Namun, pernyataan Rudy tersebut akan menyusahkan diri Rudy Soik sendiri. Karena dalam melakukan penyidikan, seorang penyidik dilarang melakukan kekerasan saat mencari informasi. Sehingga hakim menduga Rudy menghalalkan kekerasan saat melakukan penyidikan. “Hak anda untuk mungkir, tapi jangan sampai kemungkiran anda hanya menyusahkan diri anda sendiri,” ucap hakim ketua.

 
Pantauan wartawan, sidang tersebut dihadiri puluhan Biarawati Katolik. Kedatangan Biarawati tersebut guna memberikan dukungan moril terhadap Brigpol. Rudy Soik. Selain Biarawati Katolik, ratusan warga juga berdatangan  ingin menyaksikan langsung jalannya persidangan. (*amar)