Sengketa Tanah SMUN Oekolo Berakhir Dimeja Hijau

Media Group: Zonalinenews, Kefamenanu,-Gagal mediasi status tanah milik Sekolah Menengah Umum Negeri (SMAN) Oekolo, di desa Oekolo, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara, akhirnya berakhir dimeja hijau.

Ruang persidangan

Ruang persidangan

 

Informasi yang dihimpun media ini Jumat, 30 Januari 2015 menyebutkan, lahan sekolah seluas 1 hektar lebih, adalah milik pemerintah desa Oekolo yang sudah resmi diserahkan untuk dibangun sekolah sejak tahun 2012.

Kendati lahan pemerintah desa yang diserahkan ke pihak sekolah belum bersertifikat, namun dua warga pemilik lahan yang lokasinya berdampingan langsung, status tanahnya sudah bersertifikat keterangan batas-batas menerangkan bahwa lahan kedua warga berbatasan dengan tanah milik pemerintahan desa.

Ironisnya, di tahun 2014 saat warga setempat melakukan pembersihan untuk dibangun gedung sekolah, spontan saja diklaim Yohanes Sanan Babu, yang mengaku sebagai pemilik lahan yang sudah diolah bertahun-tahun.

Sejumlah mediasi ditingkat desa sudah dilakukan sayangnya tidak menuai hasil, sehingga Yohanes Sanan Babu, memilih untuk menempuh jalur hukum. Dalam laporan Pengadilan Negeri Kefamenanu penggugat mengadukan lima orang sebagai pihak tergugat Kepala SMUN Oekolo Elias Kefi,  Kepala desa, Andreas Fanu, dan tokoh masyarakat yakni Asterius Saku, Yoseph Timo, Petrus Totnae dan Paulus Sali Luku.

Menanggapi tudingan tersebut, Kepala desa (Kepdes) Oekolo, Andreas Fanu, kepada wartawan Kamis 29 Januari 2015 mengaku siap dan tak gentar sedikitpun untuk meladeni gugatan hukum penggunggat. Sebab gugatan tersebut dinilai tidak ada dasar dan bukti hukum yang kuat.

Sejumlah pendekatan kekeluargaan, menurut Kepela Desa(Kepdes) Fanu sudah ditempuhnya bahkan mediasi di Pengadilan juga sudah dua kali digelar tapi tidak ada titik temu sehingga sudah ditetapkan Jumat depan 6 Februari 2015 digelar sidang perdana.

Lahan yang disengketakan itu, kata Kepdes Fanu adalah milik pemerintah desa setempat yang bisa dibuktikan melalui pengakuan tokoh adat, tokoh masyarakat bahkan semua warga setempat kecuali pihak penggugat.
Dia mengaku lahan pemerintah desa saat dilakukan penyerahan untuk dibangun SMUN Oekolo, atas persetujuan semua tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat.

“Silahkan tanya semua warga lahan itu milik pemerintahan desa, setiap tahun dijadikan lahan penghijauan yang ditanami pelajar disini,”tandasnya.(*joe)