Tanpa RDKK Pupuk Subsidi Jangan Disalurkan

Media Group: Zonalinenews-Kupang,-Untuk mendapatkan pupuk bersubsidi masyarakat petani harus terdaftar dalam Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK),hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTT Ir.Yohanis Tay Ruba diruang kerjanya,Kamis 22 Januari 2015.

Kepala Dinas Pertanian NTT. Ir Yohanis Tae Ruba

Kepala Dinas Pertanian NTT. Ir Yohanis Tae Ruba

Menurut Tay Ruba, RDKK merupakan kebijakan pemerintah pusat melalui kementerian pertanian,sehingga hal ini menjadi aturan yang berlaku di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut dikatakanya, pendistribusian pupuk bersubsidi oleh distribitor harus berdasarkan RDKK,dirinya sudah instruksikan kepada distributor untuk tidak menyalurkan pupuk  kepada masyarakat tanpa RDKK.

“Saya tegaskan agar proses pendistribusian pupuk tahun 2015 harus sesuai prosedur yang sudah ditentukan,dan hal ini kami lakukan agar penertiban terhadap hal yang tidak diinginkan,”tegasnya.

Dirinya meminta kepada pemerinta daerah kabupaten kota yang belum melengkapi dokumen agar segera dilengkapi sehingga tidak menjadi hambatan dalam pendistribusian pupuk.

Dia mengakui kalau sampai saat ini baru belasan kabupaten yang telah melengkapi RDKK.

Sementara Penyaluran pupuk bersubsidi di NTT harus berpatok pada SK.Gubernur,hal ini merupakan salah satu kendala yang terjadi pada petani di daerah. Sales Supervisor PT.Petrokimia Gresik wilayah NTT, Nur Wahyudi diruang kerjanya mengatakan untuk tahun 2015 pihaknya tidak bisa mendistribusikan pupuk keseluruh wilayah oprasional PT.Prokimia Geresik,lebih lanjut ia mengatakan, atas instruksi Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTT,agar dihentikan sementara pendistribusian pupuk di NTT.

“Atas printah kepala dinas pertanian dan perkebunan NTT,tahun ini kami tidak menyalurkan pupuk bersubsidi non urea,karena berdasarkan SK Gubernur setiap daerah belum membuat Rencana Degenitif Kebutuhan Kelomppk(RDKK),”tuturnya.

Dirinya juga mengungkapkan kebutuhan masyarakat petani akan pupuk,menjadi hal yang diutamakan,dengan demikian Dia berharap agar dalam proses pendistribusian yang dihentikan saat ini akan segera dilakukan kesepakatan, sehingga masyarakat bisa terlayani dengan baik dan merata.

Sementara, Kelangkaan pupuk di Nusa Tenggara Timur(NTT)menjadi persoalan yang berdampak buruk pada ketahanan pangan di daerah ,dengan demikian hal ini akan menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Provinsi NTT. Baca http://www.zonalinenews.com/2015/01/stok-pupuk-di-pt-pertanian-ntt-banyak-petani-tetap-mengeluh/

PLT PT.Pertanian Wilayah NTT, Lukman Anwar, SE menjelaskan bahwa terjadinya kelangkaan pupuk yang hampir setiap tahun di NTT disebabkan karena mekanisme untuk memperolehnya yang belum maksimalkan oleh para petani di NTT.

Dirinya mengakui kalau selama ini banyak petani di NTT kurang paham terhadap proses untuk mendapatkan pupuk subsidi, lebih lanjut Dia mengatakan pihaknya ( PT Pertanian NTT) tidak pernah berkekurangam pupuk (*ega)