Terdakwa Kembalikan Kerugian Negara Kasus Perpipaan Alor

Media Group : Zonalinenews-Kupang,- Paskalis Oematan terdakwa dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jaringan perpipaan di Desa Tribur, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor tahun anggaran 2010, Senin 26 Janaurai 2015 mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 124.257.017.87 ke tangan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Erwin Dayat, SH.

PIpa air

 

Penyerahan uang kerugian Negara dalam kasus dugaan korupsi tersebut kepada JPU dilakukan dihadapan Panmud Pengadilan Tipikor Kupang, Dany Sikki, SH di ruang kerjanya disaksikan oleh kuasa hukum terdakwa Paskalis Oematan, Yohanes D Rihi, SH.

 
Erwin Dayat, SH selaku JPU Kejari Kalabahi, yang ditemui di Pengadilan Tipikor Kupang, Senin 26 Januari 2015 mengatakan pengembalian kerugain Negara oleh terdakwa patut diapresiasi oleh JPU. Karena ini merupakan etikat baik dari terdakwa sendiri. Untuk itu, katanya, dalam kasus dugaan korupsi perpipaan di Kabupaten Alor saat ini tidak terdapat kerugian Negara. Pasalnya, kerugian Negara dalam proyek tersebut telah dikembalikan oleh terdakwa secara keseluruhannya.

 
“Kami Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengapresiasi sikap terdakwa yang telah mengembalikan kerugian Negara dalam proyek itu. Kami sangat menghormati itu. Dan yang jelas dalam kasus ini, kerugian Negara sudah tidak ada lagi karena sudah dikembalikan terdakwa, “ kata Erwin.
Yohanes D Rihi, SH kuasa hukum terdakwa yang ditemui terpisah mengatakan pengembalian kerugian Negara ini, kiranya JPU dapat melihat ini bahwa ini merupakan etika atau sikap baik dari terdakwa sendiri untuk mengembalikan kerugian Negara.

 
Menurutnya, dalam kasus korupsi tujuan utamanya adalah penyelamatan keuangan Negara. Dalam kasus ini, kerugian Negara telah diselamatakan dan itu berarti kerugian Negara dalam kasus ini sudah tidak ada lagi. Untuk itu, JPU kiranya dapat melihat sikap baik terdakwa.
“Saya harap Jaksa Penuntut Umum (JPU) dapat lihat ini bahwa merupakan sikap baik dari terdakwa. Karena kerugian Negara sudah dikembalikan seutuhnya, “ tegas JR.

 
Dengan pengembalian kerugian Negara, JR berharap tuntutan kepada terdakwa dapat dipertimbangkan oleh JPU. Karena terdakwa sudah bersikap baik dengan mengembalikan kerugian Negara secara keseluruhan sehingga dalam kasus ini sudah tidak ada lagi kerugian Negara.
Untuk diketahui, Paskalis Oematan tersangka kasus korupsi dalam Proyek Pembangunan Jaringan Perpipaan di Desa Tribur, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor tahun 2010 akhirnya bermalam di Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT setelah dibekuk tim Kejaksaan Agung (kejagung) dan Kejati Jawa Timur di Surabaya.
Paskalis Oematan yang dibekuk pihak kejaksaan di Surabaya adalah salah satu tersangka kasus pipa di Alor. Oematan sempat buron atau kabur pada Agustus 2014 lalu dan baru ditemukan di Surabaya pada Jumat 21/11/2014).
Oematan langsung digiring ke Kejati NTT pada Jumat (21/11/2014) sekitar pukul 23:00 wita. Oematan akhirnya bermalam di Kejati NTT sebelum dibawa ke Rutan Penfui. Hingga Sabtu (22/11/2014) Oematan masih di Kejati.
Kasi Intel Kejari Kalabahi, Hartana, S.H mengatakan, Oematan bermalam di Kejati NTT dan akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dititip di Rutan Penfui Kupang. (*che)