TPDI Desak KPK Telusuri Elit PDIP

Media Group : Zonalinenews-Jakarta,- Tim Penegak Demokrasi Indonesia (TPDI) melalui Koordinatornya Petrus Selestinus, SH mendesak KPK agar mengembangkan dan memperluas penyelidikan dan penyidikan ke sejumlah kader PDIP baik yang di DPP PDIP maupun yang memiliki posisi strategis di DPR seperti Pimpinan Faksi PDIP dan Pimpinan Komisi III DPR dari PDIP, terkait dengan transaksi keuangan mencurigakan yang ditangani oleh KPK.

Koordinator Tim Penegak Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus, SH

Koordinator Tim Penegak Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus, SH

Dalam rilisnya yang diterima wartawan, Selasa 20 Januari 2015 Petrus mengatakan, pendalaman oleh KPK itu penting dilakukan lantaran kedekatan Komjen Budi Gunawan dengan Ketua Umum DPP PDIP dan Kader PDIP adalah kedekatan dalam bingkai kekuasaan, sehingga saling memanfaatkan satu sama lain yang sulit dilepaskan atau ditiadakan.

 
“Sikap ngotot sejumlah kader PDIP baik di Komisi III DPR-RI maupun dari Teuku Umar mendesak Presiden Jokowi agar melantik Komjen Budi Gunawan dalam posisi sudah tersangka Korupsi, menjadi bukti bahwa hubungan Komjen Budi Gunawan dengan Keta Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan kader-kader PDIP lainya tidak sebatas hanya pada Komjen Budi Gunawan sebagai Ajudan Megawati Soekarnoputri ketika menjadi Wapres dan Presiden RI 1999 -2004, tetapi lebih dari itu hubungan kedekatan secara emosional dengan PDIP terjalin sampai saat ini,” katanya.

 
Itu pasalnya, kata dia, TPDI mendukung dan mendesak KPK agar menyelidiki keterkaitan hungan Komjen Budi Gunawan dengan sejumlah kader elite PDIP dengan transaski keuangan mencurigakan itu sebagaimana ICW sudah menyebut nama Trimedya Panjaitan sebagai salah satu kader elit PDIP yang harus menjadi target operasi KPK.

 
Tidak hanya itu, Petrus juga mengatakan, KPK juga harus bekerja keras menyelidiki lonjakan kekayaan kader-kader elit PDIP terutama yang menempati posisi strategis di Komisi III DPR RI. “Sekarang baru nama Trimedya Panjaitan yang disebut oleh ICW, bisa jadi yang lainnya juga akan muncul bahkan dengan angka transaksi yang mencengangkan,” ujar Petrus.

 
Ditambahkan Petrus, KPK juga harus mencermati fenomena dimana Komisi III DPR-RI kompak mendukung Komjen Budi Gunawan sekalipun telah berstatus tersangka. “Ini menjadi tidak lazim karena biasanya Komisi III selalu ramai soal korupsi ko sekali ini terbalik, ini ada apa. Apakah ada transaksi dibalik itu, silahkan KPK telusuri,” katanya.

 
Menurut Petrus, sebagaimana sering dikatakan bahwa PDIP belum bisa melepaskan diri dari kultur korup yang banyak di kelilingi oleh para kader. “Benalu-benalu yang menjadikan Partai PDIP sebagai lahan empuk mencari makan, lahan empuk menjualbelikan jabatan publik melalui fit and propertes di DPR dan sebagainya. Kultur jual beli jabatan empuk melalui fit and propertest di DPR selama ini menjadi salah satu sumber keuangan partai dan kader-kader benalu di PDIP yang sudah saatnya harus ditinggalkan,” kata Petrus.(*laurens)