Tuhan Bersamaku Aku Pasti Bisa

Media Group:Zonalinenews-Kupang-,Jangan malu dengan kondisi diri pribadi ,kita harus menganggab manusia itu sama di hadapan Tuhan,dengan demikian kita bisa bersaing bebas dalam mensukseskan kehidupan ini,ungkap orang kepercayaan PT.Fatu Besi, David Wungubelen kepada media ini diruang kerjanya,Kamis 15 Januari 2015.

David Wungubelen

David Wungubelen

Dia menceritakan,bahwa dirinya sejak dilahirkan memiliki badan yang sehat dan sempurna layaknya non disabilitas,namun ketika usianya beranjak 11 tahun, Dia terkena penyakit folio hingga salah satu anggota tubuh khususnya bagian tungkai tetkena folio dan pada akhirnya terganggu dalam proses pertumbuhan tulang,sehingga harus mengalami seperti saat ini.

 

Ketika dirinya tamat Sekolah Dasar(SD),Dia pun lanjut ketingkat Sekolah Menengah Pertama(SMP),awalnya Dia merasa malu dan minder karena kondisi tubuh yang berbeda dengan yang lain namun dalam benaknya berpikir bahwa manusia didunia ini sama derajatnya di hadapanTuhan.Dia pun hilangkan pikiran malu dan mindernya, yang dipikirkanya manusia itu sama, pasti bisa bersaing dengan siapa saja dalam hal menguji kepandaian dan skill.

“Aku pasti bisa dan harus bisa, Tuhan ada bersamaku.”demikian ungkapan moto hidup orang kepercayaan PT.Fatu Besi Kupang ini.

Tahun 1982 dirinya tamat SMP Negari Larantuka,selama tiga tahun di bangku pendidikan Dia adalah siswa yang cerdas dan selalu mendapat peringkat pertama pada setiap evaluasi pendidikan.

Usai pendidikan di tingkat SMP,semangatnya untuk sekolah tidak berkesudahan,malah dirinya meminta kepada kedua orang tuanya untuk lanjut ke tingkat Sekolah Menengah Atas(SMA),kedua orang tuanyapun mendukung semangat anak mereka hingga Dia didaftarkan masuk pada SMA Negeri Larantuka,prestasinya di SMA tetap dipertahankan bahkan dirinya sering mendapat beasiswa prestasi,hingga membiayai sekolahnya sampai tamat SMA.

Ia juga menceritakan kalau dirinya ketika tamat SMA mengikuti tes pada  sekolah kesahatan Airlangga,dan dari puluhan yang mengikuti tes dirinya yang lolos dengan prestasi yang menggembirakan,namun sayangnya peluang tersebut tidak dirainya lantaran kedua orang tuanya tidak memiliki uang sehingga dirinya kandas disekolah kesehatan.

Kendati demikian niat Ayah lima anak ini untuk kuliah tidak pernah urung,dan akhirnya Dia meminta kepada kedua orang tuanya untuk melanjutkan studinya keperguruan tinggi diKupang.

Tuhan selalu ada bersamaku,hal inilah yang membuat Dirinya selalu terbuka jalan menuju kesuksesan. Diapun berangkat kekupang dan mendaftarkan diri di Universitas Katolik Widiamandira Kupang pada fakultas Tehknik Gambar Bangunan Gedung,awal dirinya mau mengambil jurusan tehnik sipil,namun ada dokter yang mengarahkan sesuai dengan kondisi fisiknya sebagai tuna faksa.

Karena semangatnya yang memuncak untuk kuliah,tawaran tersebut langsung diterimanya,dengan demikian hal ini membuat dirnya menjadi percaya diri.

Rotasi waktu terus berputar hingga dirinyapun mulai aktif perkuliahan,dalam perkuliaham Dia menjadi mahasiswa yang cukup berprestasi,hingga bukan sebuah kebetulan salah satu dosen menawarkan dirinya untuk bekerja diperusahaan yang bergerak di arsitek bangunan khususnya menggambar dan mengerjakan bangunan gedung dan infrastruktur jalan.

Lelaki murah senyum ini,bukan tipe orang yang mudah tergiur dengan tawaran pekerjan,apalagi dirinya belum memiliki skill yang jelas,lebih lanjut diceritakannya,karena menghindar dosennya,dia lebih memilih bekerja pada sebuah rumah makan tanpa digaji,yang penting terhindar dari orang yang mengajaknya apalagi dosennya sendiri.

Ayah lima anak ini membiayai kulianya dengan berusaha sendiri,sehingga dirinya tidak terbeban oleh apapun,lebih jauh dia katakan semester dua dirinyapun bekerja di PT.Fatu Besi Kupang,dan sampai saat ini masih aktif sebagai orang kepercayaan PT.Fatu Besi Kupang.(*ega)