Walikota Kupang Minta Jaksa Telusuri Retribusi Sampah Ke PDAM Kabupaten

Medi Group : Zonalinenews – Kupang,- Walikota Kupang, Jonas Salean menghimbau kepada masyarakat Kota Kupang yang menjadi pelangggan Perusahan Air Minum Daerah (PDAM) Kabupaten agar tidak lagi membayar iuran kebersihan saat membayar tagihan Air di PDAM Kabupaten. “Sesuai perhitungan pemerintah Kota Kupang, pelanggan PDAM Kabupaten Kupang yang berdomisili di Kota Kupang berjumlah 32 ribu lebih. Dari jumlah itu, setiap pelanggan membayar retribusi sebesar Rp. 2500 dan pemasukan dari retribusi sampah yang ditargetkan hanya  sebesar Rp 600 juta. Tapi kenyataannya, PDAM Kabupaten hanya menyetor Rp. 40 juta dalam setahun. Jumlah yang diberikan terlalu menyakitkan bagi pemerintah Kota Kupang. “Kata Walikota Kupang Jonas Salean kepada wartawan di balai Kota Kupang, Senin 26 Januari 2015, pukul 11.30 wita.

Walikota Kupang, Jonas Salean

Walikota Kupang, Jonas Salean

Menurutnya, apabila  32 ribu pelanggan saja di kali Rp.2500, maka pendapatan yang diterima Rp.80 juta perbulan. “Tapi kami tidak menargetkan sesuai hitungan real karena ada saja pelanggan yang menunggak tagihan rekening. Oleh karena itu target yang dibebankan hanya Rp. 600 juta, tapi kenyataannya mereka hanya menyetor Rp. 40 juta, “Kata Jonas.

Jonas mengatakan, dengan ketidaksesuaian penyetoran yang dilakukan pihak PDAM kabupaten Kupang, pemerintah Kota Kupang akan meminta bantuan pihak kejaksaan untuk menelusuri dana retribusi sampah yang tidak sesuai target. “Ditahun 2015, pihak pemerintah Kota Kupang akan mengalihkan pemungutan sampah dari pihak PDAM. Dan pengelolaan retribusi sampah akan diserahkan kepada pihak RT dan RW dimasing-masing kelurahan. Mekanisme dan tata caranya nanti akan diatur sesuai mekanisme yang berlaku, “Ungkapnya.

Sementara itu di tempat terpisah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang Zetyo Ratuarat sangat mendukung dengan rencana Walikota. Pasalnya, masyarakat Kota Kupang tidak dapat pelayanan kebersihan dari PDAM Kabupaten Kupang. “Secara jujur masyarakat Kota Kupang secara langsung mendapat pelayanan kebersihan dari Pemrintah Kota Kupang. Maka dari itu untuk masyarakat Kota Kupang sebagai pelangan PDAM Kabupaten Kupang hanya membayar iuran air saja tidak dengan tagihan – tagihan lain yang tidak ada manfaatnya  untuk masyarakat, “Kata Ketua Komisi I itu.

Dia menambahkan, kewajiaban masyarakat Kota Kupang yang menjadi pelangan tetap PDAM Kabupaten Kupang juga jangan hanya bisa berdiam diri ketika pembayaran iuran air dan ada dilakukan pemugutan – pemugutan yang lain dari PDAM Kabupaten Kupang. Sehingga terkesan masyarakat Kota Kupang tidak dirugikan dengan pungutan – pungutan yang lain. (*hayer)