Warga Adukan Dispenduk Ke Bupati Kupang

Bupati Kupang, Ayub Titu Eki

Media Group :Zonalinenews – Oelamasi,- Bupati Kupang Ayub Titu Eki kesal dengan adanya pengaduan masyarakat Kabupaten Kupang  terhadap pelayanan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) pada  Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Kabupaten Kupang sangat lambat. Hal  itu membuat Bupati Kupang melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) terhadap Dispenduk Capil, Kamis 8 Januari 2015. Saya berharap agar semua masyarakat yang ingin mengurus KTP dan KK, harus dilengkapai semua persyaratan – persyaratan yang harus di penuhi. Yang menjadi kebiasan jelek masyarakat kita datang sering datang tidak mengurus terlebih dahulu kelengkapan – kelengkapan yang akan di masukkan ke dinas. Jadi masyarakat harus catat terlebih dahulu persyaratan sehingga tidak bolak – balik. Hal disampaikan  Ayub Titu Eki kepada wartawan usai melakukan peresmian gedung baru RSUD Naibonat, Kamis 8 Januari 2015, pukul 13.30 wita.

Bupati Kupang, Ayub Titu Eki
Bupati Kupang, Ayub Titu Eki

Menurutnya, KTP illegal terbanyak dari Kabupaten Kupang. Maka Karena itu, staf harus bekerja sesuai dengan persyaratan yang diminta. Sehingga, syarat tersebut harus dipenuhi, baru diberikan pelayanan KTP dan KK. “Tadi ada satu pasangan suami istri, mereka sudah punya anak, datang untuk urus KK. Disuruh kembali karena tidak ada KTP asli. Masa umur 26 tahun dan istrinya 22 tahun tidak ada KTP, ”ujarnya.

Bupati dua periode itu, mengaku akan memarahi anak buahnya, tetapi ia meminta jangan paksa anak buahnya kerja tidak betul. Karena itu ia mengimbau agar masyarakat yang akan melakukan pembuatan KTP dan KK untuk lengkapi persyaratan terlebih dahulu untuk dibawa guna proses pengurusan KTP dan KK.
“Saya juga tegur mereka (staf). Jadi kalau kesalahan mereka pasti saya akan tegur mereka. Tapi ketika masyarakat tidak benar, tidak bisa dipaksakan. Saya juga tidak mau paksanakan anak buah untuk bekerja dengan asal kerja, itu tidak boleh. Jadi, pengertian dari masyarakat juga saya minta, sebelum datang harus bawa semua kelengkapan. Jalan keluar ada alat yang dobel di Kecamatan Kupang Timur supaya ambil dan dipindahkan ke kantor Dispenduk Capil. Jadi ketika masyarakat datang mengurus KTP elektronik, bisa di foto disitu. Sehingga tidak perlu disuruh kembali ke kecamatan asal, ”katanya.

Ayub menegaskan, terhitung 1 Januari 2015, tidak dibolehkan lagi untuk urus KTP manual. Karena itu, semua urusan harus langsung KTP elektronik. “Karena itu saya minta kepada masyarakat, lihat dulu syaratnya, tau benar-benar apa syarat , agar kelengkapan itu dibawa langsung dikerjakan dan selesai,” ujarnya.

jika dalam pengurusan kata Ayub , masyarakat mengalami kendala dengan staf, langsung menemui kepala dinas dan melaporkan persoalan yang dialami masyarakat agar ada jalan keluar.
Diakuinya, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepala dinas agar diusulkan ke kementerian untuk diberikan bantuan mobil yang dilengkapi dengan peralatan pembuatan KTP dan KK, agar dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat di kampung-kampung. “Menurut kepala dinas sudah ada permintaan ke kementerian dan mudah-mudahan dipenuhi sehingga dalam tahun ini kita lakukan pelayanan yang lebih lancar lagi,” katanya.

Dia menegaskan, jika masyarakat datang membuat KTP dan KK, tidak hanya membawa surat pengantar dari kepala desa, tetapi dari majelis gereja atau paroki setempat. “Kita mengantisipasi orang yang bekerja sama dengan kepala desa. Surat keterangan dari kepala desa, bisa saja sesuatu yang dipalsukan. Ini yang kita antisipasi,” tegasnya. (*hayer)