Warga Oesapa Gotong royong Bangun Dinding Penahan Banjir

Media Group, Zonalinenews-KUPANG – Untuk mengantisipasi banjir, Warga RT. 19 RW. 07 Jalan Monitor, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang bergotong royong membangun dinding penahan banjir. Pasalnya, keluhan warga korban banjir selama ini belum di respon Pemerintah Kota (Pemkot).

Warga jalan Monitor Kelurahan Oesapa yang selama ini menjadi korban dampak banjir sedang bergotong royong membangun dinding penahan banjir dan perbaikan drainase (foto  Amar Ola Keda)

Warga jalan Monitor Kelurahan Oesapa yang selama ini menjadi korban dampak banjir sedang bergotong royong membangun dinding penahan banjir dan perbaikan drainase (foto Amar Ola Keda)

Ketua RT Ady Lai, kepada wartawan Sabtu 17 Januari 2015 mengatakan, banjir yang selama ini merendam rumah warga dikarenakan tidak berfungsinya saluran sekunder. Hal ini dikarenakan seluruh aliran air hujan menumpuk pada satu titik sehingga drainase tidak mampu memuat aliran air hujan yang mengakibatkan meluapnya air ke rumah warga.

 
Lanjutnya, mengantisipasi banjir susulan, warga yang terkena dampak banjir berinisiatif mengumpulkan dana guna membangun tembok penahan banjir dan perbaikan dranase yang selama ini rusak.

 
“Ini inisiatif warga sendiri. Warga mengumpulkan dana untuk beli batu, pasir dan semen. Anggaranya sekitar dua juta lebih,” ungkapnya.

 
Terkait persoalan ini, Ady mengatakan pernah diusul dalam Rapat Koordinasi (Rakor) di tingkat kelurahan untuk pembangunan drainase, namun, lanjutnya, hingga saat ini tidak ada respon dari pemerintah. Dirinya pun berharap agar pemerintah segera merespon keluhan warga yang selama ini terkena dampak banjir.

 
“Saya pernah usulkan dalam Rakor di kelurahan, namun hingga saat ini tidak ada respon dari kelurahan. Sehingga saya harapkan pemerintah harus cepat merespon setiap keluhan warga,” jelasnya.
Sementara itu, Lurah Oesapa, Ebed Yusuf, saat di konfirmasi pertelepon Sabtu 17 Janurai 2015 pukul 02.00 wita memberikan apresiasi kepada warga setempat karena menurutnya, ini sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung pemerintah dalam membangun daerah ini.
Ebed mengaku, warga yang terkena dampak banjir pernah mengusulkan persoalan ini dalam rapat koordinasi tingkat kelurahan beberapa waktu lalu, namun, menurutnya keluhan warga tersebut belum bisa direspon karena pihaknya masih kekurangan anggaran.

 
“Saya memeberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Ketua RT dan RW setempat karena ini bukti nyata masyarakat memberikan dukungan kepada pemerintah dalam pembangunan. Saya peduli dengan keluhan seluruh warga tetapi msih terkendala dengan angaran,” pungkasnya. (*amar)