32 TKI dari Maumere di Bekuk Polisi Larantuka

Media Group –Larantuka,- Sebanyak 32 orang tenaga kerja asal Kabupaten Sikka, Maumere berhasil di tangkap tim intel Polres Flores Timur. Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat kabupaten Sikka kepada Kapolsek Boru Kecamatan Wulanggitang, setelah mengetahui adanya mobil truck bertenda mengangkut tenaga kerja menuju Larantuka, Kabupaten Flotim. Mendengar adanya pengangkutan tenaga kerja, pihak Polres Flotim mengarahkan anggota untuk menangkap mobil di Boru dan langsung diamankan ke Polres Flotim. Mobil pengangkut tenaga kerja ini digiring pihak polres Flotim pukul 24.00 wita Minggu 8 Februari 2015.

Truk pengangkut 32 TKI dari maumere yang diamankan di Polress Flotim

Truk pengangkut 32 TKI dari Maumere yang diamankan di Polress Flotim

Ketika dikonfirmasi Kasubag Humas Polres Flotim, Iptu Maria Sarina Romakia, di dampingi Aiptu Nyoman Karowadi senin 9 Februari 2015 di ruangan kriminal Khusus, menuturkan Polres flotim mendengar informasi dari masyarakat kabupaten Sikka bahwa terdapat 32 orang yang diangkut menggunakan mobil truck bertenda menuju Larantuka untuk dipekerjakan di Papua, Mimila, Timika. Ada 32 orang diantaranya 24 laki- laki, 8 wanita yang rencananya akan diberangkaatkan dengan KM Sirimau.

Lanjutnya, dari 32 orang tersebut diantaranya terdapat 4 orang anak dibawah umur, yang akan dipekerjakan di kebun kelapa sawit. Sementara perekrutnya Germanius Gekon (42) bersama sang istrinya juga turut dibekuk aparat polisi, bersama ke 30 orang lainnya. Dari hasil pemeriksaan Germasius Gekon menuturkan kepada penyidik bahwa “sebelumnya sudah bekerja di papua sehingga dirinya disuruh oleh perusahaan PT PAL (Pusaka Agro Lestari) untuk merekrut pekerja di kampung halamannya Maumere, Kabupaten Sikka. Dari data yang berhasil disita aparat penyidik, hanya ditemukan jadwal kerja harian yang ditanda tangani oleh kontraktor Arsad, sementara dokumen perusahaan tidak ditemukan,”Ungkap Erna Romakia.

Secara terpisa salah satu anak dibawah umur Yance, ketika wawancara menuturkan ”saya tidak bersekolah lagi, saya tidak menamatkan Sekolah dasar, Sehingga saya mau bekerja di kebun kelapa sawit di Papua. Ayah saya juga berangkat bersama saya,” ungkap Yance.

Pantauan Zonalinenews, 32 orang ini diperiksa secara maraton oleh pihak penyidik. dari hasil pemeriksaan belum terdapat tersangka, karena penyidik masih mendalami data yang ada. Sementara untuk ke empat anak dibawah umur akan dikenakan undang – undang hak Asasi Manusia (HAM). Untuk sementara pekerja ini belum dapat dikirm pulang ke Maumere, karena pihak penyidik masih mendalami data- data. (*polce)

 


TAG