Aksi Penyelundupan BBM di Larantuka Pada Malam Hari

Zona Line News, Larantuka- Peristiwa meledak dan terbakarnya kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) KM Hikam 02 pada Sabtu (21/2) , aktivitas bongkar muat Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pelabuhan Larantuka dihentikan sepanjang belum ada instruksi resmi dari pimpinan tertinggi penyelenggaran pelabuhan karena tempat kejadian perkara masih dalam proses penyelidikan. Meski demikian dugaan mafia bongkar muat dan pengangkutan BBM di Pelabuhan Larantuka jalan terus. Kuat dugaan mafia pengangkutan BBM masih terus terjadi meski pengangkutan BBM melalui Pelabuhan Larantuka sementara dihentikan oleh Kantor Unit Penyelenggaran Pelabuhan (KUPP) – III Larantuka.

suasana di Pelabuhan Larantuka pada malam hari

suasana di Pelabuhan Larantuka pada malam hari

Pantauan wartawan Selasa 24 Februari 2015 malam sekitar pukul 20-23 wita, aktivitas di Pelabuhan Larantuka tepatnya di dermaga baru bagian barat pelabuhan tersebut yang berdekatan dengan kantor Syabandar ada aktivitas bongkar muat BBM. Sedikitnya 10 mobil tangki berlogo Pertamina dengan kapasitas muatan BBM bervariasi diparkirkan di antara sela-sela konteiner yang ada di dermaga tersebut. Aktivitas dan tanda rambu larangan melintas dan lampu merah kedap kedit di pajang di depan KUPP III-Larantuka.

Sementara 2 unit kapal motor bersandar dan beberapa orang berada di dermaga pelabuhan baru bagian barat menanti pasangnya air laut untuk melakukan pengisian. Lampu pelabuhan sebagian besar tidak menyala membuat aktivitas pengangkutan BBM di dermaga itu berlangsung begitu leluasa. Pantauan Rabu 25 Februai 2015 malam sekitar pukul 20-23 wita tidak ada aktivitas pengangkutan BBM meski ada rambu larangan masuk dan pada Kamis 26 Februari 2015 pagi hingga siang, tanda rambu larangan masih berdiri di depan kantor itu sementara tidak ada aktivitas bongkar muat.

Pelaksana Tugas Udin dan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan III Larantuka (KUP II-L), Pariman, ketika hendak dikonfirmasi wartawan terkait sementara dihentikan, namun aktivitas pengangkutan BBM di dermaga pelabuhan baru bagian barat pasca ledakan dan terbakarnya kapal pengangkut BBM KM Hikam 02 masih jalan terus, Kamis 26 Februari 2015 sedang tidak berada di kantor itu. Informasi dari staf, pimpinan masih berada di Kantor Bupati guna melakukan rapat dan Kepala (KUP II-L) Pariman sudah berada di Larantuka.

Pelaksana Tugas Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan III Larantuka, Udin, kepada wartawan Selasa 24 Februari 2015 mengatakan sejak kejadian pihaknya menghentikan sementara kegiatan bongkar muat BBM di areal Pelabuhan Larantuka sampai ada instruksi resmi dari pimpinan. Sementara aktivitas bongkar muat manusia dan barang lainnya (kecuali BBM) berlangsung seperti biasa di Pelabuhan Larantuka.

“Untuk sementara setelah terjadi kebakaran, bongkar muat BBM di Pelabuhan ditangguhkan. Kami terus berkoordinasi dengan Polres terkait dengan lokasi kejadian terbakarnya KM Hikam 02 termasuk untuk evakuasi bangkai kapal KM Hikam 02. Lokasi kejadian diberi garis police line oleh polisi untuk kepentingan penyelidikan dan diberi tanda bendera merah dari kami. Artinya tidak boleh ada aktivitas di situ,” katanya.

Secara aturan apakah bongkar muat BBM di pelabuhan umum dibolehkan, Udin mengatakan pihaknya sudah beberapa tahun lalu sekitar tahun 2010, sudah bersurat pada PT Hikam dan PT Kencana Mas untuk melakukan pengisian atau melakukan bongkar muat BBM di dermaga yang sudah dipersiapkan di Waidoko, Desa Konga atau sekitar 30 km dari Kota Larantuka. Karena tidak ada tanggapan, pihaknya memberi kebijakan melakukan bongkar muat BBM di lokasi dermaga Pelni.

“Aktivitas Pelabuhan Larantuka terdiri dari bongkar muat barang, manusia dan hewan. Soal BBM sesuai dengan petunjuk di fokus di dermaga Pelni atau lokasi dermaga yang tempat kejadian. Pelabuhan ini belum diatur secara baik dan maksimal karena masih dalam penataan. Setelah ada Terminal BBM Larantuka, kami belum melakukan koordinasi lagi mengenai kegiatan bongkar muat bbm tersebut,” katanya. (*polce)