Aset Pemkot Pasar Oepura Jadi Pertanyaan DPRD

Media Group : Zonalinenews – Kupang,- Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang minta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang terkait kepemilikakan aset tanah pasar Oepura di Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa Kota Kupang yang belum jelas kepemilikannya.

Adi Tally

 

“Pemkot Kupang harus bisa segera melakukan pertemuan bersama pemkab. Pasalnya, status tanah pasar Oepura yang menjadi aset tanah milik Pemkab ini tidak termasuk dalam data aset Pemkab, karena pada tahun 1970 tanah ini hanya di serahkan sementara oleh keluarga besar Funay oleh Pemkab untuk dijadikan pasar desa. “Kata Sekertaris Ketua Komisi I DPRD Kota Kupang, Adrianus Tally dalam pertemuan rapat dengar pendapat antara Komsi I DPRD Kota Kupang serta Pemkot dan Keluarga Besar Funay, Pemilik tanah pasar Oepura, di ruang Komisi I DPRD Kota Kupang, Senin 4 Februari 2015, 11.30 wita.

Sekertaris Komisi I DPRD Kota Kupang, Ady Tally pada kesempatan tersebut mengatakan, tanah pasar Oepura tidak ada masuk dalam data aset Pemkab Kupang atas dasar surat yang di bawah oleh pemilik tanah Kolan Funay yang ditujukan Kepada Ketua DPRD Kota yang mengatakan, bawah sejak tahun 1970 tanah pasar Oepura, sebenarnya hanya di serahkan sementara kepada pihak Pemkab untuk dijadikan pasar desa. Dan ketika pemekaran Kota Kupang menjadi otonomi daerah hingga saat ini tidak tanah tersebut tidak bisa diserahkan kepada Pemkot karena tidak ada adalam daftar aset – aset Pemkab.

“Yang menjadi persoalan saat ini, tanah ini tidak termasuk pada daftar aset Pemkab, maka itu seharusnya  Pemkot bisa menyelasaikan masalah ini bersama Pemkab, sehingga status kepemilikan isa lebih jelas, “Katanya.

Dia mengatakan, masalah ini sudah pernah dibahas dalam rapat paripurna DPRD Kota Kupang bersama dengan Pemkot. “Untuk mengetahui hak kepemilikan status tanah yang jelas, apa maksud surat  dari Pemkab ke Pemkot. Selama ini kami berpikir pemerintah sudah mengurus semua berkasnya semuanya , tapi tiba – tiba saja ada surat tembusan dari keluarga Funay ditujukan kepada ketua DPRD Kota Kupang , yang menjelaskan sejak tahun 1970 tanah ini hanya diserahkan sementara, sehingga DPRD melakukan rapat kordinasi hari ini, “Ungkapnya.

Sementara itu Ketua Komis I Zetyo Ratuarat mengatakan, DPRD hanya sebagai penengah dalam masalah ini, DPRD tidak berpihak pada Pemkot atau Kepada masyarakat, maka dari itu Komisi I pada jumat mendatang siap turun lokasi. Sehingga persoalan kepemilikan tanah pasar Oepura, bisa jelas dan keluarga pemilik tanah juga bisa merasa puas dengan kepastian kepemilikan yang sebenarnya.

“Saya merasa heran dengan persoalan tanah pasar ini milik Pemkot yang diserahkan oleh Pemkab, kenapa sekian lama tidak dibagun tempat yang bagus ditanah tersebut. Dan saya sangat yakin kalau ini tanah milik Pemkot pasti dari dulu sudah dibagun bangunan megah dilokasi tersebut, “Katanya.

 

Rapat koordinasi ini dibuka oleh Ketua Komisi I, Zetyo Ratuarat didampingi oleh Wakil Ketua Benyamin Moses Mandala dan Sekertari Adrianus Tally, A. Md. T. Anggota Komisi I DPRD Kota Kupang, Desiderius Pattiwua, SH, Padron A. S Paulus, Robby Kan, A. Ma, Maudy Janneta Dengah, ST, dan Dominikus Tauso. Hadir pula, Asisten I Kota Kupang Yosep Rerabeka, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kupang Sumral Boru Manoe, Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tatapem) Edy Dally, Camat Maulafa Kota Kupang, Corinus Tuan dan Lurah Oepura, Marten Ludji. (*hayer)