Bahan Dasar Pembuatan Uang kertas dari Daun Bakau

Media Group : Zonalinenews-Larantuka ,- Dalam rangka memperingati hari lahan basa sedunia, yang bertepatan dengan hari Valentin Day pada tanggal 14 Februari 2015    Wetlend Internasional, Yayasan Cinta Alam Pertanian, Yaspesel (Yayasan pembangunan sosial ekonomi ) Larantuka dan komunitas Jurnalis Flotim menanam pohon bakao perdana disekitar pantai abrasi desa Kawalelo disaksikan kepala desa Paulus Ike Kola, bersama masyarakat desa Kawelelo .

penanaman anakan bakau

penanaman anakan bakau

Dalam sambutannya, maneger watlend internasional,Eko Budi Prianto menuturkan, penanaman pohon bakau yang dilaksanakan hari ini bertepatan dengan hari lahan basa sedunia. “ Banyak orang tidak mengetahui pada tanggal 14 februari ditetapkan sebagai hari lahan basa sedunia. Orang cendrung mengenangnya sebagiai hari valantain day. Untuk hari lahan basah sedunia tahun ini di beri tema, mempertahankan lahan basa untuk masa depan, “ungkapnya.

Eko melanjutkan,bakau selain sebagai penahan abrasi pantai, bakau juga memiliki berbagai fungsi, yang paling diburuh adalah daunnya digunakan sebagai bahan dasar pembuatan uang kertas seratus ribu, sehingga ada beberapa daerah di indonesia diburuh oleh penimbun daun bakau.

“Untuk bakau di indonesia berdasarkan hasil temuan ada 185 jenis bakau dan 18 jenis lainnya terdapat di daratan Flores Timur.,” jelasnya.

Lajut maneger watlend internasional, untuk daerah NTT, watlend menggandeng pihak LSM, karena watlend mengalami kendala ketika berhadapan dengan masyarakat setempat. Masyarakat tidak bekerja apabila tidak dikasih, maunya duit kalu bekerja, sehingga untuk mewujudtakan program di NTT , watlend harus menggandeng LSM. “ Untuk kabupaten flotim tidak ada program bakau yang dicanangkan pemerintah, kedatangan tim watlend ke flores timur tepatnya didesa kawalelo berdasarkan permintahan ibu Maria Loretunka, untuk melakukan pendampingan teknis terkait penanaman hingga perawatan bakau, mengingat daerah kawalelo rawan abrasi,” tandasya.

Direktur Yayasan Yaspesel Keuskupan Larantuka , Romo Benyamin Daud, Pr dikonfirmasi Zonaline news menuturkan, berangkat dari keperihatian yang mendalam, dengan melihat lingkungan desa Kawalelo yang kering kerontang serta tingkat abrasi pantainya cukup tinggi, pihak Yaspesel berinisiatif bekerjasama dengan pihak lain diantaranya Watlend, dan yayasan cinta alam pertanian melakukan pendampingan kepada masyarakat desa kawalelo.

Romo Benyamin Daud , sangat mengharapkan dukungan dan kerjasama bersama lembaga lain dengan melakukan pendampingan kepada masyarakat desa kawalelo, mengingat berulang- ualng kali bantuan bakau yang diserhakan oleh pemerintah tidak digunakan dengan baik, lantaran tidak adanya pendampingan serta pengetahuan dasar yang diberikan pemerintah, sehingga hasilnya nol.

“ Miris sekali pemerintah,memberikan bantuan tapi tidak memikirkan SDM yang ada. Kesannya proyek asal jadi, jadi ada hasil atau tidak itu sudah pihak lain, yang pentingnya proyek jalan”, ketus Romo Benyamin Daud.

Pantauan zonalinenews, antusias masyarakat begitu tinggi ketika mendengar penjelasan dari watlend mengenai penanaman, danperawatan bakau. Setelah mendengar penjelasan teknis masyarakat menuju lokasi pantai dengan membawa bakau yang didatangkan oleh yaspesel sekitar seratus lebih. Penanaman bakau perdana dilakukan oleh Romo Benyamin daud, diikuti manager Eko Budi Prianto, ketua yayasan cinta alam pertanian Maria Loreta, dan perwakilan media di wakili oleh wartawan harian Flores Pos, Wento Eliando. (*polce)