Bakal Calon Bupati Ngada Mulai Bermunculan

ZONALINENEWS, BAJAWA – Kabupaten Ngada yang terletak di Pulau Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah salah satu daerah yang akan menggelar Pesta Demokrasi Lima Tahunan Pemilu Kepala Daerah diantara sejumlah daerah kabupaten lain yang akan melaksanaan Pemilukada pada akhir tahun 2015 ataupun jika pada awal tahun 2016 nanti. Sejumlah nama kader Bakal Calon Bupati Ngada perlahan muncul dan menyebar ke telinga rakyat. Pantauan Zonalinenews tanggal 22 Februari 2015, beberapa nama figur Bakal Calon Bupati Ngada yang mulai muncul dan berkembang hingga telinga basis akar rumput masyarakat di daerah diantaranya Adrianus Dopo, Marianus Sae, Kornelis Soi, Dorothea Dhone, Andreas Paru.

Pembangunan Gedung  DPRD Ngada

Pembangunan Gedung DPRD Ngada

Mengingat limit waktu pelaksanaan Pemilukada masih jauh dan terbuka lebar, disignalir tidak tertutup kemungkinan quota sebaran Bacalon Bupati Ngada yang sudah ada saat ini akan mengalami penambahan ataupun peningkatan hingga tujuh bahkan delapan Bacalon Bupati Ngada. Sebaliknya tidak tertutup kemungkinan akan terjadi pengurangan atau penurunan quota sebaran bacalon hingga menyisahkan tiga atau empat paket real akan bertarung dalam Pemilukada Ngada.

Saat dikonfirmasi media ini, 22 Februari 2015, salah satu Bakal Calon Bupati Ngada, Adrianus Dopo menyatakan bulat maju bertarung pada Pemilukada Ngada kali ini. “Sejak setahun lalu saya sudah final menyatakan keputusan siap bertarung. Keterpanggilan saya maju bertarung diikuti langkah kesiapan nyata dimana secara bulat pula saya nyatakan siap mundur dari pegawai negeri sipil (PNS), sebab saya seorang birokrat PNS yang saat ini masih aktif, ” tegas Adi Dopo kini berkarya di lingkup Pemkab Ngada, Bidang Penanaman Modal Daerah.

Sementaraitu menurut Aktifis PMKRI, Ketua PMKRI Cc Ngada, Fritz Djanga kepada media ini, 21 Februari 2015, PMKRI sebagai organisasi independen yang tidak berafisiliasi politis dengan calon mana pun dalam pentas Pilkada mengedepankan nafas dan nilai-nilai leadership ideal yang dimiliki setiap kader maupun figur calon pemimpin daerah. PMKRI juga nenekankan pentingnya memiliki pemimpin bangsa ataupun daerah-daerah yang tidak bermental serakah sebab hal itu, kata dia merupakan embrio mentalitas yang pasti menjurus kepada anomali perilaku pengelolaan kekuasaan.

“PMKRI sangat netral dan independen dan kami tidak berafiliasi politis, apalagi politik praktis. Tetapi kami menjunjungtinggi nilai-nilai kepemimpinan yang ideal diantaranya menekankan tabiat-tabiat keserakahan tidak boleh dianut oleh setiap kader maupun calon pemimpin. Apapun retorika kita, kalau bibit-bibit keserahakan belum berhasil dipangkas, niscaya anomali kekuasaan akan terus tumbuh subur di bangsa ini maupun daerah-daerah. Jadi, siapapun yang berpolitik tau diri, taat azas, tidak serakah, mampu menjunjung keteladanan dan kepeloporan perubahan serta memiiki kadar bibit, bebet dan bobot, siapapun akan memberi apresiasi karena itulah nilai-nilai luhur leadership kepelayanan yang kita negara ini anut, dari pada bangsa kita dihuni politisi-politisi busuk yang hanya tau meminjam amanat rakyat untuk ego kursi dan jabatan sesaat,” tegas Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katholik Calon Cabang Ngada, Frit Djanga.

Dia menambahkan, PMKRI adalah pilar moral bangsa dan akan tetap mengawasi siapa saja tak terkecuali semua kader calon yang bakal maju pada perhelatan demokrasi daerah di Kabupaten Ngada. “PMKRI sebagai wadah berproses atau bukan wadah politis akan selalu melakukan pengawasan terhadap daerah ini termasuk kepada para bakal calon yang maju pada pilkada nanti. Kami tidak bekerja memenangkan calon, tetapi kami bekerja memenangkan nilai-nilai luhur amanat penderitaan rakyat sebagaimana moto dan prinsip PMKRI mengabdi pada perubahan dan menjadi corong suara bagi kaum-kaum yang tidak mampu bersuara,” tegas Fritz Djanga.

Sementara itu bakal calon lainnya, Dorothea Dhone saat dikonfirmasi Wartawan media ini melalui pesan singkatnya menyatakan rencana dia untuk maju bertarung pada Pilkada Ngada nanti dan saat ini sudah didiskusikan secara kedalam dengan tim-tim khususnya yang dipercaya. “Benar, saya juga berencana maju pada putaran Pilkada Ngada nanti. Kami sedang mendiskusikan hal ini bersama tim-tim khusus yang tidak dapat saya buka saat ini ke hadapan publik,”ungkap Dorothea. (*tim)