Bupati Ngada Marianus Sae “Otoriter”

Media Group : Zonalinenews-Kupang,- Perhimpunan Mahasiswa Ngada (Permada) menuding Bupati Ngada, Mariunus Sae Otoriter , tudingan itu disampaikan Mahasiswa Ngada saat melakukan aksi demo di Polda NTT . “ Semua orang sama di mata hukum, karena itu hukum harus tetap tajam ke atas dan tajam kebawah. Hukum jangan hanya tajam kebawah tetapi tumpul keatas, “demikian disampaikan Ketua umum Perhimpunan Mahasisawa Ngada (Permada) Vinsensius J. S Longa di Markas Besar (Mabes ) Polisi Wilayah Nusa Tenggara Timur (Polda ) NTT Senin 2 Februari 2015 pukul 11.00 wita. Pada saat melakukan aksi demo terkait pengusutan kasus blokade Bandara Turelelo Soa, Oleh Bupati Ngada, Marianus Sae beberapa waktu lalu.

Bupati Ngada, Marianus Sae oke

Bupati Ngada, Marianus Sae

Dikatakannya, proses hukum penutupan Bandara Turelelo Soa oleh Bupati Ngada, Marianus Sae harus ditegakkan karena hukum yang menjadikan hukum sebagai Panglima, untuk menyelesaikan persoalan antara manusia di suata Negara. “Penegakan supremasi hukum yang tidak”tebang pilih” akan melahirkan rasa hormat masyarakat terhadap hukum,” ungkap Vinsensius.

Mempermainkan hukum demi menyelamatkan orang yang punya kuasa, uang dan segalanya kata Vinsensius , sama halnya dengan membiarkan wibawa hukum dan para penegaknya di Negeri ini terus menerus dilecehakan diinjak-injak oleh masyarakatnya sendiri. “Apakah supremasi hukum akan berlaku juga bagi Bupati Ngada, Merianus Sae yang telah diketahui publik memblokir Bandara Turelelo Soa ….. ? ,. Tindakan pemblokiran Bandara sangat mencoreng dunia penerbangan bumi pertiwi di kancah Nasional bahkan Internasional, ” Jelas Vinsensius.

Publik, kata Vinsensius saat ini menanantikan jawaban pengusutan kasus pemblokiran Bandara oleh bupati Ngada pada tanggal 21 Desember 2013 lalu . “ Proses hukum Bupati Ngada berlika-liku, Kapan penuntasan hukum kasus ini,” tanya Vinsensius.

Dalam kesempatan tersebut Perhimpunan Mahasiswa Ngada (Permada ) juga menuntut agar aparat penegak hukum jangan hanya menyorot anggota Pol PP yang melakukan pemblokiran karena opini publik terbentuk bahwa mereka dijadikan tumbal otoriter Sang pemimpin , Bupati Ngada, Merianus Sae.

Sikap otoriter Bupati ngada menurut Vinsensius, tergambar dari permasalahan relokasi pedagang dari pasar Inpres Bajawa ke Pasar Baru Bobou, dimana Pol PP Ngada dikerahkan untuk menjalankan kebijakannya yang tidak pro rakyat.

Dalam aksi ini Permada juga meminta agar, penyidik POLDA NTT berkoodinasi dengan penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Perhubungan (KEMENHUB) Wilayah Bali, NTB dan NTT segera menindaklanjuti dan mempercepat proses penyidikan aktor dibalik kasus pemblokiran bandara Turelelo Soa. Serta segera melimpahkan berkas penyidikan aktor dibalik kasus pemblokiran Bandara Turelelo Soa kepada kejaksaan Tinggi NTT, agar proses Hukum selanjutnya dapat berjalan, dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Permada Juga meminta agar, POLRES Ngada secepatnya menyelesaikan persoalan penindasan terhadap para pedagang yang dilakukan oleh satuan Pol PP serta Menuntut kepolisian Daerah NTT untuk bekerja secara konsisten menegakan hukum tanpa memandang bulu. (*sari)