Didakwa Sebagai Pelaku Human Trafficking Teddy Moa Keberatan

MEDIA GROUP, KUPANG – Setelah didakwa oleh Jaksa Penuntu Umum (JPU), kuasa hukum terdakwa Teddy Moa, yang didakwa telah memperdagangkan sebelas Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI),  mengajukan Esepsi (nota keberatan).

Teddy Moa bersama kuasa hukumnya, Duin, di Pengadilan   Tipikor

Teddy Moa bersama kuasa hukumnya, Duin, di Pengadilan Tipikor

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa 10 Februari 2015 , dipimpin oleh hakim, Akhmad  Lakomi Harnie, sebagai hakim ketua dan Jamser Simanjuntak serta Benny T. Eko Supriyadi sebagai majaelis hakim tersebut.

JPU mendakwa Teddy Moa  merupakan pelaku sindikat perdagangan manusia yang hendak memperdagangkan sebelas Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI). Dimana sebelas CTKI tersebut masih dibawah umur dan tidak memiliki dokumen resmi keberangkatan. Olehnya, dokumen para CTKI tersebut tidak memenuhi persyaratan.

Mendengar dakwaan JPU tersebut, kuasa hukum terdakwa, Duin Palungkun, yang ditemui di halaman kantor Pengadilan Tipikor menngatakan, sebagai kuasa hukum terdakwa, dirinya akan mengajukan esepsi. Karena menurutnya, dakwaan JPU tersebut tidak bukti temuan di lapangan.

“Saya akan ajukan keberatan karena dakwaan yang dibacakan JPU tadi tidak sesuai fakta dan temuan di lapangan,” ucapnya.

Disinggung terkait adanya aliran dana dari kliennya ke Dirkrimum Polda NTT, Sam Kawengian, yang diungkapkan oleh Brigpol Rudy Soik, Duin mengatakan, kliennya tidak ada hubungan dengan Rudy Soik dan Sam Kawengian.

Dirinya pun mengatakan, pernyataan Rudy Soik bahwa kliennya memiliki hubungan dengan Dirkrimum merupakan pernyataan yang mengada-ada.

“Rudy Soik itu dalam keadaan stres sehingga apa yang diucapnya itu jangan dipercaya. Klien saya tidak ada hubungan dengan Dirkrimum, Sam Kawengian,” pungkasnya. (*amar)