Diduga Cemburu Suami Tega Bunuh Istri

Media Group : Zonalinenews-Kupang,- Diduga karena cemburu, Kornelius Ipu (60), warga RT. 12, RW. 5, Kelurahan Belo, Kecamatan Alak, Kota Kupang, tega membunuh istrinya, Antoneta Nakmofa (56), hingga tewas. Kejadian tersebut sekitar pukul 01.00 dini hari di rumah korban, Sabtu 31 Januari 2015.

Diduga Cemburu

Diduga Cemburu

Menurut Ketua RT, Goris Banunaek, kejadian tersebut disebabkan karena pelaku cemburu isterinya memiliki Pria Idaman Lain (PIL).  Goris menuturkan, dirinya bersama tetangga lainnya mendatangi rumah korban saat mendengar teriakan minta pertolongan dari korban. Namun, saat sampai di rumah korban, rumah dalam keadaan gelap hanya terdengar jeritan korban dari dalam rumah. sehingga dirinya langsung menghubungi Polsek Maulafa untuk meminta bantuan.”Ada tetangga yang dengar teriakan korban dan langsung ke rumah bangunkan saya dan kami langsung menuju rumah korban, tapi rumah dalam keadaan gelap jd kami takut masuk jangan sampai pelaku nekad makanya saya langsung panggil polisi,” katanya.

Setelah angota polisi dari Polsek Maulafa tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi langsung menggerebek masuk dan mendapatkan korban sudah terkapar bersimbah darah. Sedangkan pelaku, jelas Goris, saat polisi masuk sudah berhasil kabur dan mengamankan dirinya di rumah keluarganya.

Melihat korban sudah tidak berdaya, polisi bersama warga lainnya langsung mengangkat korban dan melarikannya ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, Tuhan berkehendak lain, nyawa Ibu Antoneta tidak bisa tertolong.

“Dia tikam dari belakang. Ada empat lubang tembus sampai perut bagian depan hingga ususnya keluar. Saya bersama warga lain membantu polisi angkat korban untuk bawa ke rumah sakit. Tetapi sampai di rumah sakit korban sudah meninggal karena luka tikaman itu usus korban sampai keluar,” ungkapnya.

Sementara itu, pelaku pembunuhan yang adalah suami korban, berhasil ditangkap anggota Polsek Maulafa dan kini ditahan di Polres Kupang Kota (Polresta) untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (*amar)