Diduga Ijasah UMK Ilegal, Rektor dan Jajarannya Bohongi Publik

Media Group : Zonalinenews-Kupang,- Belasan orang yang tergabung dalam Aliansi Alumni dan Mahasiswa Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Kupang (FAI-UMK), Nusa Tenggara Timur , Jumat 6 Februari 2015, pukul 09.00 wita mendatangi Komisi V DPRD NTT, mengadukan persoalan dugaan ijazah ilegal yang dikeluarkan oleh kampus UMK.

Alumni FAI UMK dialog dengan Komis V DPRD NTT

Alumni FAI UMK dialog dengan Komis V DPRD NTT

 

Dugaan Ijasah ilegal ini adalah ijasah yang   tidak memiliki Nomor Induk Registrasi Lulus (Nirel) dan Nomor Induk Registrasi Masuk (Nirem) sejak lulusan tahun 2011, bahkan tidak diakui keabsahaan saat mendaftarkan sebagai CPNS untuk formasi Guru Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T) tahun 2014 lalu . ” Bukan hanya itu saja, bahkan lulusan tahun 2014 (FAI) belum juga mengantongi ijasah, padahal telah dilakukan wisuda. Pada saat wisuda para mahsiswa hanya menerima map kosong tanpa mengantongi ijasah. Demikian disampiakan Koordinator , Aliansi Alumni dan Mahasiswa Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Kupang, Iwan Besikari S.Pdi. di ruang komisi V DPRD NTT.

Dikatakannya, masalah ijazah mulai meresahkan saat , sejumlah alumni mendaftarkan diri untuk mengikuti program Sarjana Mengajar di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) salah satu program yang dicanangkan  oleh Kemendikbud sejak tahun 2012, untuk menangani persoalan tingginya angka putus sekolah, rendahnya partisipasi sekolah dan tenaga pengajar di daerah 3T. Panitia penerimaan guru dari program SM3T menyatakan bahwa  ijazah yang dikeluarkan oleh FAI  Universitas Muhammadiyah Kupang berstatus ilegal karena tidak tertera nomor induk registrasi lulus dan nomor induk registrasi masuk sejak tahun 2011.

Persoalan ijazah ilegal ini jelas sangat merugikan alumni yang mengandalkan ijazah untuk mencari pekerjaan dan mahasiswa yang nantinya akan lulus dan juga mencari pekerjaan. Apalagi, alumni dan mahasiswa sudah menyediakan waktu untuk kuliah dan membayar mahal selama kuliah, tetapi tidak bisa menggunakan ijazahnya. Seharusnya, permasalahan NIREM dan NIREL yang tidak dikeluarkan oleh pihak kampus tidak akan terjadi jika pihak kampus UMK selalu rutin melaporkan administrasi mahasiswanya ke pihak Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam (Kopertais) wilayah IV di Surabaya.

Menanggapi keluhan Aliansi Alumni dan Mahasiswa Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Kupang, Anggota DPRD NTT, Aleta Baun dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan, Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) beserta Unsur Pimpinan UMK lakukan pembohongan. “ Masa mewisuda mahasiswa , tanpa memberikan ijasah ini pembohongan publik dan pembunuhan karakter bagi genersi muda yang diharapkan sebagai penganti para pemimpin NTT masa depan,” ungkap Alate.

Ketua Komis V dprd NTT, Wilson Rondo pada kesempatanitu berjanji kepada Aliansi Alumni dan Mahasiswa Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Kupang dalam waktu dekat akan menghadirkan Rektor beserta meminta penjelasan terkait persoalan yang di UMK . “kami juga akan mengundang pemerintah propinsi NTT dan Aliansi Alumni dan Mahasiswa Fakultas Agama Islam, beserta Rektor dan jajaran Universitas Muhammadiyah Kupang, untuk bersama –sama berdialog mendegarakan persoalan ini, untuk dicarikan solusinya,” ungkap Wilson Rondo. Hadir Dalam rapat tersebut Semua anggota komis V DPRD NTT. (*tim)