Dinilai Tak Kooperatif, Bupati Rote Segera Dijemput Paksa

Media Group – Kupang,- Bupati rote Ndao, leonard Haning tersangka (tsk) dalam kasus dugaan korupsi hibah tanah di Kabupaten Rote Ndao seluas 12 Ha dinilai tidak kooperatif dalam memenuhi panggilan jaksa untuk penuntasan kasus tersebut.

Jhon W Purba

Jhon W Purba

 

Berkaitan dengan sikap Bupati Rote Ndao yang dinilai tidak kooperatif, Kajati NTT, John W Purba, SH, MH yang ditemui diruang kerjanya, Senin 2 Februari 2015 mengatakan sikap Bupati Rote Ndao sangat tidak kooperatif dalam proses hukum kasus itu.

 
Untuk itu, katanya, penegak hukum akan melakukan upaya paksa terhadap Bupati Rote Ndao untuk diperiksa sebagai tersangka oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ba’a.

 
“Saya melihat Bupati Rote Ndao, Leonard Haning sangat tidak kooperatif. Dengan sikapnya demikian Kejaksaan lakukan upaya penjemputan secara paksa, “ tegas Purba.

 
Dijelaskan Purba, upaya hukum yang dilakukan pihak Kejaksaan dengan cara menjemput paksa tersangka berdasarkan undang-undang yang berlaku. Alasan lain yakni tersangka tidak memenuhi panggilan jaksa sebanyak dua kali.

 
Untuk itu, lanjutnya, dirinya tengah memerintahkan Kajari Ba’a yang baru untuk melayangkan surat kepada tersangka dengan mempertegas bahwa Bupati Rote Ndao, Leonard Haning merupakan tersangka dalam kasus tanah hibah di Kabupaten Rote Ndao.

 
Mengenai permintaan tersangka soal penunjukan lahan itu, Purba mempertegas bahwa itu bukan menjadi urusan pihak kejaksaan. Dirinya mengatakan tersangka jangan pernah mencampuri urusan perdata dan pidana.

 
“Urusan itu bukan urusan jaksa. Tersangka jangan pernah campuri urusan Perdata dengan Pidana. Jadi jangan pernah campur adukan kasusnya, pidana tetap pidana, perdata tetap perdata, “ tegas Purba.
Untuk itu, tambahnya, pihak Kejaksaan akan berupaya semaksimal mungkin untuk menghadirkan tersangka untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus itu. Cara lain yakni, kejati NTT akan bersurat ke Kejagung RI untuk diteruskan ke Presiden RI, terkait dengan sikap tersangka.

 
Purba mengatakan dalam surat itu, Kejaksaan akan menjelaskan sikap tersangka yang sangat tidak kooperatif dalam penuntasan kasus itu. Sehingga akan dilakukan upaya paksa. (*che)