Dugaan Ikan Berformalin, Pemda Ngada “Sumbat” Informasi

Media Group-Zonalinenews-BAJAWA,- Akhir-akhir ini Bumi Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur gempar dengan ikan berformalin beredar di pasar lokal. Dihimpun media ini Rabu, 4 Februari 2015, para pedagang ikan di Pasar Boubou Bajawa mengungkapkan hari Senin 2 Febrauri 2015, lalu Tim Gabungan Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada melakukan operasi pasar, mengambil ratusan sample  ikan yang dijual pedagang Pasar Boubou Bajawa. Kepada Wartawan, Haji Amier Syarif dan Mohamad Ali Taher Pedagang ikan Pasar Boubou Bajawa Ngada mengungkapkan, Pemda Ngada sudah melakukan operasi pasar pada hari Senin lalu 2 Februari 2015 dan mengambil seluruh sample ikan yang dijual para pedagang ikan di Pasar Boubou.

ikan berformalin

ikan berformalin

“Hari senin 2 Februari 2015 lal, para pegawai pemerintah datang kesini mengambil setiap sample ikan yang kami jual disini, tetapi sampai hari ini4 Februari 2015, hasil uji laboratoriumnya belum diberitahukan lagi kepada kami dari pihak  pemerintah daerah. Jadi kami belum tahu ikan yang terkena formalin itu jenis ikan apa saja”, ungkap Haji Amier Syarif pedagang ikan Pasar Boubou Bajawa.

Ali Taher pedagang ikan Pasar Boubou Bajawa

Ali Taher pedagang ikan Pasar Boubou Bajawa

 

Pantauan wartawan, pagi Rabu 4 Februari 2015 Pemda Ngada melalui Bagian Infokom Daerah melakukan pengumuman keliling di Kota Bajawa, melarang masyarakat mengkonsumsi ikan kering dan ikan basah yang beredar di pasaran karena mengandung formalin. Kejadian ini membuat para pedagang ikan di Pasar Boubou resah karena pemerintah daerah mengumumkan pelarangan konsumsi ikan tanpa menyampaikan kepada pedagang ikan atas hasil uji laboratorium yang sudah diambil sejak hari senin lalu.

“Terus terang kami resah karena sampai hari ini tidak diberitahukan kepada kami bagaimana hasil uji labor atas ikan-ikan yang sudah diambil itu. Kami dengar pemerintah sudah buat pengumuman keliling di kota Bajawa dan melarang warga mengkonsumsi ikan. Dampak dari ini semua kami pedagang tetap menjual ikan sampai sekarang”, ungkap Ali Taher pedagang ikan Pasar Boubou Bajawa.

Duhubungi media ini, Rabu 4 Februari 2015, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Drg. Emerentiana Reni melalui telepon celulernya menjawab tidak bersedia memberi keterangan pers terkait data hasil uji labor Dinas Kesehatan Ngada atas sample ikan kering dan ikan basah yang sudah diambil dari para pedagang ikan di Pasar Boubou sejak Senin 2 Februari 2015 lalu.

“Minta maaf, kami tidak bisa memberikan keterangan karena disini kami pakai system informasi satu pintu yaitu Pa Bupati sendiri. Saya sendiri pun belum dapat petunjuk dari atasan untuk memberikan keterangan tentang hasil test laboratorium ikan formalin di Ngada. Silahkan hubungi Asisten III selaku Ketua Tim Operasi Pasar kemarin”, kata Kadis Kesehatan Ngada, Drg. Emerentiana Reni.

Nada yang sama kembali terulang ketika wartawan menghubungi Asisten III Setda Ngada, Dra. Iju Albina melalui handponenya. Hingga berita ini diturunkan kesimpangsiur data hasil test laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada menyampaikan data dugaan ikan berformalin belum mendapat kepastian yang bisa dipercaya.

“Mohon maaf saya tidak bisa memberikan keterangan tentang hasil uji labor ikan berformalin. Coba telepon ke Kepala Dinas Kesehatan yang lebih mengetahui tentang ini. Saya tidak mendapat petunjuk dari atasan untuk memberikan keterangan kepada wartawan”, jawab Iju Albina saat dihubungi media ini Rabu 4 Februari 2015 , siang.

Hingga berita ini diturunkan media ini belum berhasil mendapat data terupdate perkembangan hasil uji labor ikan berformalin di Kabupaten Ngada Flores. Salah satu sumber yang bisa dipercaya mengungkapkan, Senin 2 Februari 2015, Tim Pemda Ngada melakukan operasi pasar, mengambil sebanyak 123 sample ikan di Pasar Boubou Bajawa, jenis ikan tongkol, ana kombong, cakalang dan kubi (Gurita).

Menurut sumber ini, hasil test labor ikan berformalin atas 123 sample yang diambil, hanya 23 sample ikan saja yang positif berformalin. Sumber yang tidak ingin dikorankan ini juga kembali memastikan bahwa dari hasil uji labor hari ini atas ikan-ikan yang disita Rabu 4 Februari 2015, semuanya negative, atau tidak mengandung formalin.

Pantauan media ini, sebuah akun facebook milik warga Ngada, Todis Reo menurunkan status berisikan tulisan”Hasil uji lab atas 26 sample ikan kemarin oleh Tim Gabungan Pemda Ngada ternyata 16 sample menunjukan hasil positif megandung formalin, gilaaaaaaaaaa….”, demikian bunyi status Todis Reo yang diduga bekerja sebagai Sekwan DPRD Ngada.

Media akan melakukan konfirmasi data atas simpangsiur akurasi informasi ikan berformalin di Kabupaten Ngada yang juga terkesan masih ditutup-tutupi ini Pemda Ngada. (*iw)