Esthon Foenay Tanaman Bukan Hanya sekedar di Tanam

Zonalinenews – Oelamasi,- Korps Menwa Mahadana Nusa Tenggara Timur (NTT) memberi dorongan agar masyarakat bersama – sama dengan Pemerintah Kabupaten pada  setiap SKPD lingkup Pemkab Kupang . untuk ikut termotivasi sehingga melakukan aktifitas tidak saja tanam, tetapi tanaman dipelihara dan dijaga sampai ada hasilnya. “ Tanaman sudah ditanam itu , harus dijaga , bila ada rumput harus dibersihkan, jaga tanaman itu jangan sampai di makan hewan dan jaga dari kebakaran, “kata Ketua Dewan Penasehat Korps Menwa Mahadan NTT, Ir. Esthon Foenay  kepada wartawan di Kecamatan Takari Kabupaten Kupang , usai melakukan kegiatan penanaman sejuta anakan pinang, Rabu 18 Februari 2015, pukul 10.30 wita.

Esthon Foenay dan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki menanam anakan pinang di Takari

Esthon Foenay dan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki menanam anakan pinang di Takari

Menurut . Esthon Foenay, anakan pinang yang sudah ditanam itu, merupakan salah satu kebutuhan prioritas bagi masyarakat Kabupaten Kupang. ironis saat ini pinang yang ada di Kabupaten Kupang banyak didatangkan dari daerah luar NTT mau pun dari dalam NTT.. padahal masyarakat Kabupaten Kupang sendiri bukan saja pemakan pinang , tetapi pinang dan sirih ini  merupakan budaya. “Lahan tanah yang kosong agar bisa ditanam dengan tanaman yang berproduktif, seperti pinang, asam, kelapa dan tanaman lain – lainnya. sehingga tanaman – tanaman produktif ini hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat  hingga puluhan tahun kedepan, “kata Esthon.

Lanjutnya, saat ini, musim hujan maka dari itu mari menanam sejuta anakan pinang yang sudah diberikan oleh Korps Menwa Mahadana NTT  secara swadaya dan harus dirawat dan dijaga . “Saya berharap pada saat penanaman harus ada kesepakatan – kesepakatan dan komitmen secara tertulis sehingga kedepan nantinya tidak ada konflik  antara masyarakat. Kita juga berharap kedepan bila investor yang masuk ke daerah, ini harus wajib bisa menyerap tenaga dari masyarakat setempat dan memberikan tanaman – tanaman produktik untuk jangka panjang, sedangkan pendekatan – pendekatan yang dilakukan harus secara fameliar sehingga tidak dianggap  sebagai KKN, “ungkap Esthon.

Sementara itu , Bupati Kupang, Ayub Titu Eki mengatakan, sejak 2013 dirinya menghimbau kepada seluruh SKPD untuk merencanakan lima tahun kedepan program tanam paksa, paksa tanam, karena sesuai perhitungan di tahun 2015 ini, bila program ini berjalan dengan baik kemiskinan perlahan bisa dituntaskan di Kabupaten Kupang. “Saat ini Kabupaten Kupang masih dianggap sebagai daerah tertinggal, maka dari itu kita harus bisa menggalang partisipasi masyarakat untuk membagun dengan gerakan tanam paksa, paksa tanam adalah wujud sebenarnya mendorong gerakan partisipasi masyarakat Kabupaten Kupang, “Katanya.

Ia menjelaskan, kemiskinan itu, bila dihitung menggunakan dolar satu orang mengeluarkan, satu hari sebesar 1,25 dolar , ini sangat miskin sekali, dan apa bila dikalkulasikan dengan rupiah dan dikalikan jumlah jiwa setiap rumah tangga yang ada di Kabupaten Kupang. Dari hasil beberapa orang pada Kepala Keluarga di Kabupaten Kupang dalam satu tahun penghasilannya lebih dari 30,5 juta , maka penghasilannya sudah setara dengan perhitungan dunia dan ini sudah tidak masuk dalam ketegori warga miskin. “Yang menjadi persoalan sekarang ini bagaimana kita bisa mendorong setiap petani Kabupaten Kupang  dalam satu tahun harus berpenghasilan minimal 30,5 juta, apabila hasil ini dicapai maka pentani ini sudah tidak miskin lagi, tetapi hasil yang dia dapat di bawah 20, 5 juta maka peteni ini dianggap sangat miskin sekali, “jelas Ayub.

Lanjutnya, apabila petani Kabupaten Kupang tidak mau dikatan miskin atau miskin sekali, maka dari itu kita harus mendorong patani memanfaatkan lahan tanah kosong dengan cara menanam tanaman yang bermanfaat, seperti, kunyit, langkuas, alia dan lombok. “ Jangan kita hanya bisa tanam jagung saja walaupun jagungnya tidak jadi kita tetap saja menanam jagung, hal ini bukti bahwa kita bukan petani yang cerdas, ” tegasnya.

Patani Kata Titu Eki, harus menjadi petani yang cerdas dengan cara menanam tanaman yang bermanfaat, jangan pernah berasalan susahnya air, petani harus bisa mempersiapkan semua bibit yang mau ditanam pada saat musim hujan , sehingga pada waktu musim hujan selesai, sudah bisa menanam hasil tanaman. “ Petani harus bisa merubah pola ini, sehingga tidak dianggap sebagai orang yang malas,”pinta Titu Eki.

Bupati Kupang meminta , agar semua harus bisa mengusir status kemiskinan di Kabupaten Kupang. Maka dari itu setiap keluarga harus bisa menghasilkan lebih dari 30,5 juta setahun , maka kita sudah masuk dalam kategori tidak miskin lagi. “ Ini saya rasa sangat tidak susah apabila kita ingin keluar dari kemiskinan ini, “tegasnya.

Hadir pada kegiatan itu, Bupati Kupang Ayub Titu Eki, Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kupang seluruh Kepala SKPD lingkup Pemkap Kupang, Ketua Korps Menwa Mahadana NTT, Camat Takari serta Kepala Desa dan toko masyarakat. Hadir pula Dandramil dan Kapolsek. (*hayer)