Ghazali Menghindar, Soal Mahasiswa “Gentayangan” di UMK

Media Group- Kupang,- Dugaan adanya Mahasiswa gentayangan di Universitas Muhammadiyah kupang menjadi tanda tanya publik, ketika dikonfermasi Wakil Dekan Satu Fakultas Agama Islam dan Mantan Ketua Jurusan Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) , Marwan Ghazali M. Ag. di pelataran kampus Muhammmadiyah Kupang , Senin 2 Februari 2015 pukul 08.00 wita terkait dugaan adanya mahasiswa gentayang . Marwan Ghazali menyatakan dirinya tidak bisa berkomentar terkait persoalan tersebut .

Kampus Muhamadiyah Kupang FAI disegal Mahasiswa

Kampus Muhamadiyah Kupang FAI disegal Mahasiswa

Ketika di tanya zonalinenews, terkait, Rugaya dengan Nim 1111052579 Mahasiswa Tarbiyah yang diduga tidak pernah mengikuti 4 mata kuliah dari Dosen yang berinisial SK tetapi yang bersangkutan tahun 2014 sudah diwisuda . Dan Trisnawati dengan Nim 111105212 mahasiswa tarbiyah disebut- sebut sebagai istri salah seorang dosen di UMK, juga diduga tidak pernah mengkuti 4 mata kuliah Dosen SK , tetapi tiba –tiba mempunyai nilai, Marwan Ghazali menjelaskan dirinya tidak mempunyai kewenangan untuk menjawab persoalan tersebut, yang bisa menjawab persoalan tersebut adalah Dekan Fakultas Pendidikan Agama Islam, Saiful Amalo.

“Kaka tanya saja ke Pak Saiful Amalo , saya tidak punya kewenangan terkait persoalan tersebut. “ Ini nomor HP Pak saiful Amalo,” tegasnya sambil menunjukan nomor Hand Phone (HP) , Saiful Amalo ke zonalinenews.

Hingga berita ini ditayangkan Dekan Fakultas Pendidikan Agama Islam UMK, Saiful Amalo belum berhasil dihubungi terkait persoalan tersebut.

Sementara mantan Dosen Universitas Muhammadiyah Kupang, berinisail SK kepada Media Group Kamis 29 Januari 2015 pukul 15.30 wita menegaskan , dikampus UMK terdapat sekitar puluhan mahasiswa gentayangan. Gentayangan disini adalah mahasiswa yang baru masuk di kampus selama dua tahun, tetapi bisa memiliki gelar sarjana S1 bahkan bisa memilik ijisah dari kampus. Sementara mahasiswa yang kuliah secara normal dan bukan tranfer atau pindahan harus menghabiskan waktu 4-5 tahun baru memperoleh ijasah dan diwisuda. “Mahasiswa gentayangan tidak terdaftar secara resmi di lembaga ,tapi Mahasiswa gentayangan ini memilik nomor Induk mahasiswa (NIM) yang diberikan oleh oknum pimpinan di Universitas Muhammadiyah. NIM atau NIK tersebut diambil dari Nik Mahasiswa yang masih aktif Kuliah ,” jelas SK.

SK yang merupakan Mantan Kasubag Perencanaan dan Sistim Informasi di UMK dan juga mantan dosen UMK menegaskan, puluhan mahasiswa gentayangan berdasarkan data masuknya secara terstruktur dan rapi oleh oknun Pejabat Tinggi di UMK . “ Saya kebetulan mengajar 4 mata kuliah dan berdasarkan data saya terdapat dua mahsiswa di Fakultas Agama islam (FAI) UMK, kedua tidak pernah melakukan tatap muka (kuliah ) pada mata kuliah saya, namum tiba -tiba keduanya bisa memperoleh nilai, bahkan salah satu mahasiswa gentayangan ini, yang bernama Rugaya salah seorang Guru di Kabupataen Sumba Timur tahun 2014 lalu telah wisuda, padahal yang bersangkutan tidak pernah mengikuti tatap muka pada perkuliahan saya, bahkan ujian juga tidak pernah diikuti, tapi tiba –tiba bisa lulus dan bahkan mendapatkan ijasah. Bahkan saya sendiri tidak pernah tau mahasiswa yang bersangkutan,” Tegas SK.

“Rektor UMK ¸ Prof. DR. H. Sandi Maryanto, M.Pd secara tertulis pernah dilaporkan SK , namum persoalan ini tidak di respon rektor,” kata SK.

Melihat persoalan yang terjadi Lembaga Muhammadiyah Kupang, lewat akun Facebook Kapten Blae kepada zonalinenews menyatakan persoalan demi persoalan selalu terjadi di tubuh Universitas Muhammadiyah Kupang, dikarenakan keserakahan oknum – oknum yang selalu lempar batu sembunyi tangan, mereka itulah kader-kader penghancur lembaga Muhammadiyah Kupang, dan permasalahan mahasiswa pun sering terjadi baik dengan modus yang berbeda.

Berbeda dengan akun fecebook Ayah Djiel menyatakan Perlu pembenahan di internal Universitas Muhammadiyah Kupang . Orang yang terindikasi sekuler harus dibersihkan. Dan hal ini butuh keberanian. Lingkaran persoalan yang dibangun oleh orang tertentu perlu dihancurkan sedini mungkin. Ketika hal ini tidak dilaksanakan maka jangan salah UMK akan ditinggalkan (*tim)