Ikan Berformalin Pedagang Resah, Pemda Ngada Bungkam

Media Group-Zonalinenews-BAJAWA,- Provinsi Nusa Tenggara Timur heboh dengan kasus ikan formalin. Beberapa daerah secara terbuka merilis data hasil uji laboratorium ikan berformalin. Kondisi ini seolah berbading terbalik dengan Kabupaten Ngada.

Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

 

Pantauan Zonalinenews, Hari Senin 2 Februari 2015 lalu, Tim Gabungan Pemda Ngada yang diketuai Asisten III Setda Ngada, Maria Iju melakukan operasi ikan di Pasar Boubou Bajawa. Dari operasi ini Tim gabungan menyita ratusan sample ikan guna dibawa ke Laboratorium Daerah Dinas Kesehatan untuk dilakukan uji labor. Sementaritu Bidang Infokom Ngada membuat pengumuman keliling kota mengumumkan Bupati Ngada menginstruksikan warga dilarang mengkonsumsi ikan karena mengandung formalin.

Sejumlah Pedagang Ikan di Pasar Bajawa Jumat 6 Februari 2015 kecewa atas pengumuman ini karena pihak Pemda tidak terlebih dahulu memberitahukan kepada mereka data hasil uji labor ikan berformalin. “Kami sangat kecewa dengan pengumuman itu. Mereka ambil ikan-ikan dari sini untuk periksa formalin dan tidak beritahukan hasil test itu, lalu tiba-tiba buat pengumuman ke masyarakat jangan beli ikan”, ungkap Ibu Amir Pedagang Ikan Pasar Boubou Bajawa.

Terus terang kata Ibu Amir, kami disini jual ikan dengan penuh ketidaktahuan ikan-ikan ini berformalin atau tidak. kondisi ini sama dialami sebagian pedagang , dan kebanyakan pedagang mengaku merugi akibat kehilangan konsumen pembeli akibat tidak mendapat pengetahuan, ciri-ciri ikan berformalin.

Menurutnya , ikan di Pasar Boubou Bajawa dipasok dari berbagai daerah di pulau flores, yaitu dari Larantuka, Sikka, Labuan Bajo, serta daerah-daerah terdekat seperti Riung, Maumbawa dan Aimere.

Dihubungi via telepon celuler 6 Februari 2015, Reporter TVRI liputan daerah, Aurel membenarkan kesan Pemda Ngada kurang kooperatif memberi data hasil uji labor ikan yang diduga berformalin.

“Kalau ada kesan kurang kooperatif, itu betul. Beberapa hari lalu saya bersama rekan TV one , juga megalami hal yang sama, tidak dilayani mengakses data hasil test labor ikan berformalin di Ngada.

Beberapa kali saya hubungi Kepala Dinas Kesehatan Dokter Renni dan Ibu Asisten III Daerah tapi semuanya menolak memberikan data hasil uji labor yang mungkin sudah dikantongi pihak pemerintah. Kondisi ini sudah saya kabarkan ke kantor berita TVRI baik TVRI Pusat Jakarta maupun TVRI NTT, untuk diketahui publik dan kami beritakan peristiwa ini apa adanya sesuai fakta”, ungkap Aurel.

Aurel menceritakan, hari Rabu 4 Februari 2015 dikonfermasi TVRI , Kepala Dinas Kesehatan Ngada melalui handphone meminta izin bertemu wawancara hasil uji labor ikan yang diduga berformalin namun Kepala Dinas Kesehatan Ngada tidak bersedia memberi data karena Bupati Ngada terapkan informasi publik hanya melalui satu pintu yaitu hanya melalui Bupati.

Kepala Dinas Kesehatan Ngada, Dr Renni, lanjut Aurel , juga menolak permintaan TVRI melakukan pengambilan gambar kantor laboratorium tempat pengujian sample ikan berformalin dilakukan, hanya dengan alasan tidak ada petunjuk dari bupati untuk perbolehkan wartawan mengambil gambar gedung laboratorium Ngada. Asisten III Pemda Ngada juga bertingkah sama, menolak diwawancara tvri. Asisten III Ngada beralasan tidak mendapat petunjuk Bupati untuk memberikan keterangan kepada wartawan.
Aurel menambahkan, Pemerintah seharusnya mampu mensinergikan mekanisme internal dengan instrumen undang-undang keterbukaan informasi publik ataupun undang-undang pers agar tidak terjadi anomali praktek pelayanan informasi publik bagi masyarakat untuk mengetahui dan mengakses seluruh informasi yang terjadi di negara ini.

Meski dikabarkan Pemda Ngada sudah membuat pengumuman pelarangan warga Ngada makan ikan karena mengandung formalin, namun hingga berita ini ditayangkan zonalinenews belum berhasil mendapat data real hasil test labor dugaan ikan berformalin di Kabupaten Ngada. Informasi yang berkembang pun sangat simpang siur.

Sementara itu sebelumnya dihubungi zonalinenews , Rabu 4 Februari 2015, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Drg. Emerentiana Reni melalui telepon celulernya menjawab tidak bersedia memberi keterangan pers terkait data hasil uji labor Dinas Kesehatan Ngada atas sample ikan kering dan ikan basah yang sudah diambil dari para pedagang ikan di Pasar Boubou sejak Senin 2 Februari 2015 lalu.

“Minta maaf, kami tidak bisa memberikan keterangan karena disini kami pakai system informasi satu pintu yaitu Pa Bupati sendiri. Saya sendiri pun belum dapat petunjuk dari atasan untuk memberikan keterangan tentang hasil test laboratorium ikan formalin di Ngada. Silahkan hubungi Asisten III selaku Ketua Tim Operasi Pasar kemarin”, kata Kadis Kesehatan Ngada, Drg. Emerentiana Reni.

Nada yang sama kembali terulang ketika wartawan menghubungi Asisten III Setda Ngada, Dra. Iju Albina melalui handponenya

“Mohon maaf saya tidak bisa memberikan keterangan tentang hasil uji labor ikan berformalin. Karena belum dapat ijin dari Bupati karena sistim informasi disini sistim satu pintu ”, jawab Iju Albina saat dihubungi media ini Rabu 4 Februari 2015 .

Hingga berita ini ditayangkan belum ada informasi resmi dari pemrintah Ngada terkait dugan ikan berformalin di Kabupaten Ngada.

Dihimpun Zonalinenews, akhir-akhir ini Bupati Ngada Marianus Sae melalu sejumlah media online dikabarkan, sibuk melakukan perjalanan ke beberapa daerah di Flores dalam rangka sosialisasi rencana mekar Provinsi Flores dari Provinsi Nusa Tenggara Timur. (iwn-zn)