Ikan Berformarlin Beredar Di Pasar Kefamenanu

Media Group: Zonalinenews – Kefamenanu,- Masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara, diingatkan untuk waspada terhadap ikan basah yang beredar di sejumlah titik pasar di Kota Kefamenanu. Pasalnya, dalam uji sampling yang dilakukan petugas  UPTD Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, pada Senin 02 Februari 2015 , hasilnya tidak semua ikan  terkontaminasi formalin, kecuali ikan jenis burik ditemukan murni positif berformalin.

Petugas Dinas Kesehatan TTU, sedang mengambil ikan disalah satu coll box milik Dani Lusi (Foto Johni Siki)

Petugas Dinas Kesehatan TTU, sedang mengambil ikan disalah satu coll box milik Dani Lusi (Foto Johni Siki)

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan hasil uji sampling dilakukan setelah Tim terpadu gabungan dari Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Kesehatan, Dinas Prindakop dan Satuan Polisi Polisi Pamong Praja (Sat-Pol PP), Kabupaten TTU, mendatangi sejumlah pedagang penadah ikan.

Nampak pengambilan uji sampling yang dilakukan tim terpadu sempat terjadi perdebatan sebab pemeriksaan hanya dilakukan terhadap sebagian penadah ikan, sementara yang lainnya tidak disentuh petugas pengambil sampling.

Sehingga para pedagang meminta petugas untuk bertindak adil sebab bila sudah dilakukan razia tentunya semua ikan diamankan petugas sementara yang lainnya bebas berkeliaran.

Para pedagang mengaku ikan yang dibeli dari Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba Kupang, sejak Kamis 29 Januari 2015 lalu, dilengkapi surat keterangan hasil pengujian dan pemeriksaan laboratorium. Sehingga tidak benar kami penadah dituding jual ikan berformalin untuk para konsumen.  “Kami semua ambil ikan dari Oebah, Kupang. Ada surat ijin resmi tidak mungkin kami beli ikan berformalin,”tandas Meki Funan, diamini pedagang lainnya

Sementara Kepala Sat Pol PP TTU, Agusto Solokana saat dikonfirmasi menuturkan uji sample dilakukan setelah ada pengeluhan dari masyarakat konsumen. Kegiatan sampel ikan berformalin sudah berjalan selama dua hari, yakni dari Minggu 1 Januari hingga Senin 2 Januari 2015.
“Kita ambil sampling untuk bawah ke laboraturium. Apakah ikan – ikan tersebut mengandung formalin atau tidak. Dan ternyata hasil laboraturium semua jenis ikan burik mengandung formalin,”tandasnya

Tim terpadu lanjut Solokana akan terus melakukan pengawasan ketat selama satu pekan ini, selain itu para pemilik  ikan akan dipangil untuk dimintai keteraragannya lebih lanjut selain itu akan diberikan pengarahan. (*joe)