Isu Ikan Formalin di Ruteng Rugikan Pedagang Ikan

Media Group : Zonalinenews-Kupang,- Beredarnya isu ikan formalin di Kabupaten Manggarai berdampak bagi pedagang ikan di pasar Inpres Ruteng, pasalnya sejak pengumuman secara resmi oleh pemerintah kabupaten Manggarai melalui radio siaran Pemerintah Daerah (RSPD) dan Pemberitan media-media tentang ikan berformalin menyebabkan masyarakat Kabupaten Manggarai khususnya konsumen tak lagi membeli ikan karena takut ikan yang di duga berformalin, “kata Sipri dalam orasinya selasa 3 februari 2015 ,pukul 10.00 wita di depan Kantor Bupati Manggarai.

Demo pedagang ikan di Ruteng

Demo pedagang ikan di Ruteng

 

Masa demonstran yang terdiri dari para pedagang ikan mendatangi kantor Bupati Manggarai meminta penjelasan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai , terkait pengumuman dan informasi tentang sebagian ikan di pasar Ruteng mengandung formalin. “ Formalin hanya digunakan untuk pengawetan jenasah , kami tidak tau seperti apa itu formalin, pihak kami hanya membeli ikan dari nelayan dan menjual kepada konsumen dan sejauh ini ikan-ikan yang ada dipasar hanya di campur dengan garam dan es, bukan formalin,” Kata Sepri .

Diakui Sipri, tim dari Dinas kesehatan turun ke pasar, mengambil sample ikan dan menguji di laboratorium dari hasil laboratorim pemerintah tidak pernah menyampaikan ke pedagang, bahkan langsung mengumumkan resmi terhadap konsumen waspada terhadap ikan formalin dipasar Inpres Ruteng. “Pemerintah biangkeladi terhadap isu tersebut membuat masyarakat takut untuk membeli, ikan sehingga dampaknya para pedagang mengalami kerugian sekitar 400-500 juta.
Para pedagang Ungkap Sipri, kesal terhadap tindakan Pemda Manggarai karena uji laboratorium tidak melibatkan mereka, jika hasil laboratorium hasilnya bahwa sebagian ikan dinyatakan positif formalin kenapa tidak dikonfirmasi sebelumnya, dan harus memberi penjelasan ciri-ciri ikan berformalin supaya para pedagang paham dan memusnakan ikan mengandung formalin.

 

Wakil Bupati Manggarai dr. Deno Kamelus SH. MH dihadapan demonstran menjelaskan, bahwa sejauh ini pemerintah masih dalam tahap pengawasan dengan cara mengambil sample dan dilaboratorium . Dari hasil laboratorium akan diadakan pembinaan bagi pedagang yang diduga ikannya mengandung formalin.
Pemerintah tetap melakukan pengawasan untuk memastikan ikan bebas berformalin, karena dalam undang-undang sudah mengatur tentang perlindungan konsumen, bahwa setiap orang yang menggunakan formalin akan dikenakan pidana penjara 5 tahun dan dikenakan denda Rp. 2 milliar,
Langkah selanjutnya jika terdapat pedagang yang terbukti ikannya mengandung formalin, akan diproses secara hukum yang berlaku .

Ia menambahkan , untuk merubah asumsi masyarakat di tempat jual ikan akan dilabeli dinas kesehatan Manggarai bahwa ikan tersebut bebas kandungan formalim ,”ungkap Deno. (*kons)