Jelang Putusan, AMPERA Gelar I000 Lilin Bebaskan Rudy Soik

Media Group- KUPANG, – Jelang sidang putusan Terdakwa Brigpol Rudy Soik, terdakwa penganiayaan terhadap Ismail Pati Sanga,  ratusan masa yang terhimpun dalam Aliansi Masyarakat Sipil Mendukung Perdamaian dan Keadilan (AMPERA), melakukan pembakaran seribu lilin sebagai bentuk dukungan pembebasan terhadap Rudy Soik, di Jalan Eltari persisnya di depan kantor Pengadilan Tinggi Kupang, Senin (16/2/2015), Sekitar pukul 18.00 wita.

seribu lilin untuk rudi soik

seribu lilin untuk rudi soik

Selain melakukan pembakaran seribu lilin untuk pembebasan Brigpol Rudy Soik, masa juga melakukan orasi mendukung penuntasan mafia human trafficking di NTT.

Koordinator Umum (Korum) aksi, Fr. Kristo Ngazi, dalam orasinya mengatakan,  Rudy Soik merupakan pahlawan kemanusiaan yang saat ini sedang dikriminalisasikan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Olehnya, pihaknya mendesak Kapolda untuk mengusut tuntas para mafia trafficking  yang terlibat dalam human trafficking. Selain itu, Kristo mengharapkan  agar dalam memberikan putusan terhadap Rudy Soik, hakim berlaku adil.

“Rudy Soik berjuang demi kemanusiaan dan harus didukung bukan dikriminalisasikan,” ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Jaringan Relawan Untuk Kemanusiaan (J- RUK), Fr. Anto Tnomel, menyatakan, gerekan ini merupakan gerakan kemanusiaan untuk melawan human trafficking dan sebagai bentuk kepedulian terhadap krisis kemanusiaan yang sekarang melanda NTT.

Ia melanjutkan, kasus human trafficking di NTT melibatkan oknum-oknum polisi yang seharusnya menjadi garda terdepan untuk menuntaskan para mafia manusia.

“Stop jual orang NTT dan lawan resim aparat hukum yang terlibat mafia perdagangan manusia,” tegasnya.

Masa juga berjanji melakukan aksi lanjutan pada Selasa (17/2/2015) di Pengadilan Negeri Kelas I A Kupang dengan masa yang lebih banyak. (*amar)