Kasus Blokade Bandara, FPT Ngada Ancam “Pratunkan Polisi” Lembaga Pers

Media Group; Zonalinenews-BAJAWA,- Ketua Forum Prediksi dan Toleransi Ngada, Maxi Makmur, Selasa 10 februari 2015 melalui keterangan pers resmi menyampaikan status hukum Bupati Ngada Marianus Sae sebagai tersangka Kasus Blokade Bandara yang digantung dalam tempo waktu lama, patut mendapat pemulihan hukum terhadap Bupati Marianus Sae.

Ketua Forum Predator Ngada, Maxi Makmur

Ketua Forum Predator Ngada, Maxi Makmur

 

Menurut Forum Predator Kabupaten Ngada, pihkanya  tertarik melakukan kajian hukum secara serius terhadap persoalan ini. Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT), kata Ketua Predator, sudah lama tetapkan status hukum Bupati Ngada Marianus Sae sebagai tersangka, termasuk sejumlah media, cetak maupun elektronik nasional. Peristiwa tersebut menurut dia melukai rasa keadilan masyarakat. Pasalnya, Forum Predator Ngada menilai status hukum Bupati Ngada Marianus Sae sebagai tersangka tanpa ada tanda-tanda kejelasan perkara, patut mendapat pemulihan nama baik agar tidak menjadi bulan-bulanan publik.

“Jangan kasi label status tersangka tanpa kejelasan perkara, sebab hal itu melukai rasa keadilan hukum ataupun masyarakat. Masa mau jadikan seseorang sebagai tersangka selamanya. Hal ini sangat tidak baik untuk kenyamanan pribadi seseorang, termasuk bagi warga masyarakat serta nilai pendidikan masyarakat”, ungkap Maxi Makmur.

Dia menambahkan, Bupati Ngada Marianus Sae sudah cukup lama berpredikat sebagai tersangka oleh Penetapan Polda Nusa Tenggara Timur, diikuti ekspos berbagai media, elektronik maupun cetak. Namun status tersangka masih dipajang sampai saat ini, mungkin saja untuk sepanjang masa. Jika demikian perilaku hukum, masyarakat harus bersuara dan memproses para pihak ke meja hukum.
“Jika dibiarkan seperti ini proses hukum terhadap Bupati kami, Forum Predator Ngada berencana akan Pratun-kan Polisi, Metro TV, TV One, TVRI serta para media cetak di NTT yang diduga telah bersama-sama, turut serta mengabari berita publik status Bupati Ngada Marianus Sae adalah tersangka kasus blokade bandara. Kami juga bisa menilai bahwa berita itu adalah berita bohong yang mencederai rasa keadilan masyarakat. Kami berencana akan lakukan bentuk pembelaan publik terhadap kredibilitas pemerintah daerah Kabupaten Ngada. Wong di obok-obok, kasihan nasib Pa Bupati. Kami juga mendesak pemulihan citra beliau jika nanti beliau tidak terbukti. Apalagi saat ini memasuki tahun politik atau tahun pilkada. Jika seperti ini tindak tanduk hukum, bupati kami Marianus Sae sudah pasti diganjal saat proses seleksi calon kepala daerah. Polisi mana yang mau berani keluarkan surat keterangan kelakuan baik kalau predikat status bupati tersangka seperti ini. Kami masyarakat berencana pratunkan para pihak atas masalah ini,” tutup Maxi Makmur, Ketua Forum Prediksi dan Toleransi Rakyat Ngada.

Dihubungi melalui telepon 10 Februari 2015, Kontributor TV one Ngada, Nano Riberu, kurang yakin jika forum akan pratunkan polisi dan beberapa media televisi, termasuk TV One atas masalah hukum Bupati Marianus, sebab Ketua Penyidik PPNS, Rudi Richardo melalui keterangan pers resmi belum lama ini di Bajawa, memastikan Penyidik PPNS Perhubungan akan segera genapkan alat bukti hukum untuk limpahkan berkas perkara pihak yang diduga aktor intelektual kasus bandara. “Yang saya tau perkara itu sementara dalam proses hukum. Saya juga baru tau ada wacana pratun para pihak termasuk kepada media televisi dan tv one. Tapi ya silahkan saja. Kalau kami, ada bagian-bagian yang mengurus hal itu di kantor berita Jakarta. Jangan sampai hanya lemparan wacana saja kawan?, ” kata Nano Riberu.

Konfirmasi terpisah, wartawan TVRI NTT Biro Daerah, Aurelius Do’o, menilai wacana itu dibangun oleh Forum Predator Ngada. Menurut dia, Forum Predator lah yang melepas wacana ini ke tungku masyarakat Ngada. Hal itu terbaca dari bukti pesan singkat yang dikirim dari nomor Ketua Forum Predator Ngada Maxi Makmur kepadanya dan pesannya masih disimpan baik saat ini. “Ketua Forum Predator Ngada, Maxi Makmur Selasa,10 Febrauri 2015 pukul 11:00:07am, mengirim sebuah pesan singkat ke handpone saya dan sms itu saya simpan baik sebagai bukti informasi. Isi pesan singkatnya nanti forward”, tegas Aurelius.

Menurut dia, silahkan saja jika itu yang mau dilakukan oleh Predator Ngada. Pers siap dan siaga kapan saja, kata Aurel.

“Ya, silahkan saja.Yang terpenting bagi saya bukan itu tetapi mensukseskan tugas-tugas pemberitaan bersama tvri, sebab kerja kami adalah memproduksi berita. Saya tidak merasa harus menanggapi rencana Forum Predator Ngada sebab setiap stasiun televisi sudah dilengkapi bidang tugas masing-masing untuk menangani itu. Ini bukan domain saya. Kalau Predator berniat pratun tvri, kantor berita pasti tanggapi itu melalui bidang-bidang yang ada dan tentu legal. Saya kira TVRI bersama TVRI NTT selalu welcome bagi siapa saja”, kata Aurel.

Stasiun Televisi Berita TVRI, lanjut dia, adalah Lembaga Resmi Penyiaran Publik milik negara yang mempunyai berbagai divisi lengkap dengan berbagai tupoksi legal terhadap setiap masalah yang dihadapi. Menurut dia, terhadap rencana Predator Ngada, bukan kewenangan dia sebagai seorang jurnalist atau reporter untuk menjawabnya. Ditambahkan, penting diingat bahwa media televisi selalu menyajikan fakta peristiwa dan memiliki seluruh bukti dokumen berita dalam bentuk video audio visual.

Dikutip media, bunyi pesan singkat Ketua Predator Ngada kepada biro pemberitaan TVRI di Kabupaten Ngada Nagekeo, “Pa Aurel Yth. Forum Predator Kab.Ngada mempertanyakan kabar penyelesaian masalah oleh para penegak hukum yang selama ini diekspos juga oleh media, termasuk pemberitaan Kasus Blokade Bandara yang mencederai rasa keadilan masyarakat. Pemerintah, Pol PP dan Bupati Ngada telah diekspos oleh Polda dan Media, sebagai tersangka setahun lalu. Mana kelanjutan. Koalisi masyarakat sipil akan mempratunkan polisi dan metro, tvri, tv one dan seluruh media cetak ntt yang diduga menyebarkan berita bohong. Ini sebagai pembelaan rakyat atas kredibilitas pemerintah kab ngada…”, demikian bunyi petikan sebagian pesan singkat dari Ketua Forum Predator Ngada, Maxi Makmur. (*iwn-zn).