KDRT di Flotim Meningkat Drastis, Pemda Apatis

Media Group : Zona Line News, Larantuka- Kejaksaan Negeri Flores timur bersama Lembaga Swadaya Masyarakata (LSM) menyelenggarakan seminar kekerasaan terhadapa perempuan dan anak dibawah umur, bertempat di desa Lewohala kecamatan Ile Mandiri pada 14 Februari 2015 bertempat di Balai Pertemuan Desa.

sosialisasi

sosialisasi

Noben Dasilva Ketua Truk F, Flores Timur juga turut memberikan materi penyuluhan kepada masyarakat setempat. Kekerasan rumah tangga dan kekerasan terhadap anak di Kabupaten Flores Timur meningkat drastis dari tahun – ketahun, namun pemerintah daerah melihatnya bukan sebagai suatu ancaman yang harus segera diselesaikan. Pemerintah semakin apatis ketika gerafik kekerasan terhadap anak dan kekerasan dalam rumah tangga semikin meningkat.

Noben Dasilva menuturkan, sesuai peraturan Presiden nomor 65 tahun 2005 yang berbunyi memberikakan mandat kepada Komnas Perempuan untuk menyebar luaskan pemahaman atas segala bentuk kekerasan terhadap perempuan indonesia dan upaya pencegahan dan penanggulangan serta penghpusan segala bentuk kekerasan terhadap peremuan. “ Melakasanakan pemantauan, termasuk pencariaan dan pendokumentasiaan fakta kekerasan dan penyelenggaraan hak asasi manusia perempuan, “ tutur Noben.

Noben melanjutkan,kabupten Flotim berdasarkan rilis yang diperoleh mengalami peningkatan drastis kekerasan terhadap anak dan kekerasan dalam ruma h tangga, sehingga perlunya sosialisasi kepada masyarakat yang memiliki keterbatasa informasi. “Data dan realita dikabupaten Flotim menunjukan tinggingnya kekerasaan terhadap perempuan, khusus KDRT meningkat derastis, maka Truk F jaringan mitra perempuan merasa perlu adanya sosialisasi ke desa –desa, serta memberianpemahaman mengenai undang – undang kekerasan dalam rumah tanga dan undang – undag perlindungan anak,”ujarnua.

Kendati dirinya bukan bukan orang hukum Jelas Noben , namun ada banya hal yang sudah dari teman – teman Komnas Perempuan Nasional. Sehingga dengan pengetahuan yang dimiliki dapat di bagikan kepada masyarakat. “Saya bisa berbagi kepada masyarakat mengenai UU KDRT dan perlindungan anak. Hal i itu terbukti ketika sosialisasi di desa lewohala kecamatan Ile mandiri, masyarakat begitu antusias mendengarnya. Dalam diskusi tersebut kasus yang diangkat merupakan kasus nyata yang sudah diproses di pengadilan negeri Larantuka,” bebernya

Hal senada juga disampaikan Kasi intel Kejaksaan negeri Larantuka, Yohanes Kardianto kepada wartawan usai memebrikan materi menuturkan, penyuluhan hukum kejaksaan Larantuka memebrikan pemahaaman hukum kepada masyarakat, untuk mencega adanya kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan terhadap anak. Dengan anggaran yang dimiliki kejaksaan Larantuka mengambil langka pencegahan, dalam kegiatan penyuluhan hukum pihak Kejaksaan menggandeng LSM yang ada di flotim sebagai narasumber.

Tindakan pencegahan lanjutnya , sangat penting dilakukan, mengingat selama ini, perkara yang masuk sehingga pihak kejaksaan dengan dana yang disiapkan digunakan untuk melakukan penyuluhan kesadraan hukum.disamping itu juga Pemda seharusnya dapat mendukung kegiatan yang diadakan kejaksaan, namun kesannya pemerintah apatis.

“Sebetulnya pemerintah daerah tidak pasif, mengingat pemrintah dan kejaksaan merupakan mitra. Namun kenyataan sekarang pemerintah tidak respons kegiatan ini” cetusnya. (*polce)