Kebakaran KM Hikam diduga Kelalaian Syabandar

ZONALINENEWS-LARANTUKA,-Anggota DPRD Flotim Agustinus Payong Boli, kepada wartawan, Kamis 26 Februari 2015 mengatakan dalam kaitan dengan kasus meledak dan terbakarnya kapal pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) KM Hikam 02 pada Sabtu 21 Febrauri 2015, Syabandar Pelabuhan Larantuka mesti segera diperiksa. Banyak persoalan akibat kelalaian syabandar selama ini terjadi di pelabuhan itu. Aktivitas bongkar muat, baik manusia, barang termasuk bbm selama ini tidak melalui pemeriksaan dan pengawasan yang baik dan maksimal. Terkesan pembiaran dan sampai akhirnya ada kapal pengangkut BBM meledak dan terbakar di Pelabuhan Larantuka.

Agustinus Payong Boli

Agustinus Payong Boli

Agust Boli mengatakan dalam kaitan dengan terbakarnya kapal pengangkut bbm di Pelabuhan Larantuka pada Sabtu (21/2) siang, Syabandar Larantuka mesti segera diperiksa dan perlu dimintai tanggungjawab. Syabandar memberi ijin pengangkutan di dermaga Pelabuhan Larantuka tanpa melakukan pemeriksaan dan pengawasan secara maksimal sehingga terjadi ledakan dan terbakar hebat terjadi pada kapal pengangkut BBM di pelabuhan itu.

“Syabandar bisa dipidanakan dengan pasal kelalaian. Syabandar memberi ijin kepada semua kapal tanpa melakukan pemeriksaan dan pengawasan secara baik sesuai prosedur pelabuhan. Selama ini begitu banyak pelanggaran tapi dibiarkan saja. Syahbandar bisa dipidanakan akibat kelailainnya mengakibatkan korban 2 nyawa. Seharusnya syabandar tidak boleh memberikan ijin pengangkutan,” katanya.

Pantauan media ini, Kamis (26/2) pagi hingga siang di Pelabuhan Larantuka, aktivitas bongkar muat penumpang dan barang antar pulau kecuali bbm tetap terjadi. Kapal-kapal penumpang antar pulau seperti dari dan ke Pulau Adonara, Pulau Solor dan Lewoleba, Kabupaten Lembata begitu banyak bersandar di dermaga Pelabuhan Larantuka. Sementara di dermaga Pelni tempat kejadian perkara sepi, hanya bangkai mobil tangki dan bangkai kapal nelayan yang diberi garis police line dan tanda bendera merah di pinggir dermaga. (*polce)