Kebakaran KM Hikam diduga Pemda Flotim Lakukan Pembiaran

ZONALINENEWS- LARANATUKA ,- Pelabuhan laut Larantuka Kabupaten Flores Timur merupakan pelabuhan laut kelas 3, yang dapat digunakan sebagai pelabuhan bongkar muat barang, penyebrangan antar pulau dan Pelni. Kejadian terbakarnya kapal KM Hikam Dua Sabtu 21 Februari 2015 lalu, terjadi   di pelabuhan laut Larantuka, tepatnya di Pelabuhan Pelni. “Pelabuhan laut Larantuka sejauh ini belum ditata secara baik, “hal ini diungapkan Pelaksana Harian, Syabandar laut Larantuka, Udin kepada wartawan 24 Februari 2015 di ruang kerjanya.

Kebakaran Kapal KM Hikam Dua di palabuhan Larantuka

Kebakaran Kapal KM Hikam Dua di palabuhan Larantuka

Lanjut Udin, Pihak Syabandar Larantuka telah mengirim surat kepada instansi terkait termasuk Pemerintah Kabupaten Flores Timur, untuk memindahkan tempat bongkar muat minyak antar pulau dipindahkan ke Waidoko, Bama Larantuka. “ Surat tersebut dikelurkan pada tahun 2010 lalu, namun surat tersebut tidak direspon oleh pihak terkait , termasuk pemerintah Flotim, hingga terjadi kebakaran. Disamping itu lanjutnya , pihaknya telah memberikan peringatan kepada kapal nelayan untuk tidak berlabuh di pelabuhan tersebut, peringatan tersebut tidak juga tidak di indahkan oleh pemilik maupun kapten kapal.

Katanya lagi, dengan kejadian terbakarnya KM Hikam Dua, pelabuhan laut Pelni akan ditutup sementara waktu khusus pada dilokasi pelabuhan tempat terjadinya kebakaran. “ Syabandar sudah memasang bendera berwara merah, dan polisi juga suda memasang polis line diareal kebakaran unutk memberitahukan bahwa tempat tersebut tidak boleh melakukan bongkar muat. Untuk kapal Pelni bisa melakukan bongkar muat pada sisa pelabuhan yang tidak di pasang tanda larang, dan bangkai KM Hikam Dua tidak mempengaruhi sandaranya kapal Pelni, ” ujar Udin.

Udin berharap, secepat mungkin melakukan proses evakuasi bangkai kapal Hikam Dua, hal ini sangat penting untuk membantu proses penyelidikan Polres Flotim, dan mempermudah bongkar muat kapal Pelni. Sementara itu, Syabandar Larantuka juga mengalami kesulitan dalam evakuasi bangkai KM Hikam, karena minimnya peralatan yang ada, sehingga pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Polres Flotim, untuk segera mendatangkan kapal untuk melakukan pengangkatan bangkai kapal Hikam Dua.

Kapolres Flores Timur Dewa Putu Gede, kepada wartawan diruang kerjanya senin, 23 Februari 2015, menuturkan Polres Flotim akan berkordinasi dengan pemilik kapal untuk secepatnya mengangkat bangkai KM Hikam Dua, untuk dilakukan penyelidikan yang dilakukan tim Laboratorium forensik dari Bali guna mengetahui penyebap terbakarnya kapal. Disamping itu menurutnya indikasi ledakan berawal dari kapal, karena ada puing- puing dan pecahan kapal yang berada disekitar mobil tanki.

Putu Gede melanjutkan, tim laboratorium akan tiba secepatnya bila bangkai kapal suda diangkat, sementera pihak Polres Flotim mengalami hambatan berhubung dengan alat pengangkut bangkai KM Hikam Dua. “Pihaknya harus meminta bantuan kepada kapal Kargo yang memiliki peralatan cukup bagus untuk mengangkat bangkai tersebut, “pungkasnya.

Dirirnya menegaksakan, pihkanya juga akan memeriksa pemilik kapal Hikam Dua, Syabandar,dan Pertamina dalam waktu dekat , sambil menunggu saksi kunci yang sedang kritis di rumah sakit sembuh dari perewatan , untuk diambil keterangan. “Untuk sementara polres Flotim sudah memeriksa 3 orang saksi,”katanya. (*polce)