Kepala Bandara Turelelo Soa, Komit Pada Keterangan Kejadian Awal

Zonalinenews, BAJAWA- Kepala Bandara Turelelo Soa Kabupaten Ngada, Iksan yang dipanggil sebagai salah satu saksi oleh Tim Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Bajawa kepada media ini, 23 Feberuari 2015 di Kantor Pengadian Negeri Bajawa menyatakan dirinya berkomitmen tunggal pada keterangan awal kejadian dulu yang disampaikan kepada berbagai Media usai peristiwa pemblokiran Bandara Soa.

Kepala Bandara Turelelo Soa Kabupaten Ngada, Iksan Kepala Bandara Turelelo Soa Kabupaten Ngada, Iksan

Kepala Bandara Turelelo Soa Kabupaten Ngada, Iksan Kepala Bandara Turelelo Soa Kabupaten Ngada, Iksan

“Kami komit pada keterangan awal sesuai apa yang kami lihat, kami dengar dan kami rasa. Pada satu hari sebelum kejadian tanggal, sekitar pukul 14 .00 wita usai sholat Jumat Pa Bupati Ngada menelpon saya mengatakan Bupati sudah berkoordinasi dengan Kapolres Ngada dan Kajari Bajawa bahwa keesokan harinya , tanggal 21 Desember 2013 Bupati akan memblokir Bandara Turelelo karena kecewa tidak mendapatkan satu jatah tiket Merpati penerbangan dari Kupang tujuan Turelelo Soa. Saya menjawab bahwa memblokir bandara itu melawan Undang-Undang, tetapi pa Bupati bilang hal itu sudah dikoordinasikan dengan Kapolres Ngada, ” ungkap Kabandara Soa, Ikhsan.

Sementaraitu Kepala Kejaksaan Negeri Bajawa kepada media ini tanggal 23 Februari 2015 menginformasikan Sidang Periksa saksi akan digelar kembali tanggal 2 Maret 2015`dan sang pemberi perintah akan dihadirkan sebagai saksi untuk dimintai keterangan di hadapan persidangan pada siding perkara berikutnya. “Sidang ditunda ke tanggal 2 Maret 2015. Sidang-sidang berikutnya JPU akan menghadirkan sang pemberi perintah untuk dimintai keterangan pada fakta persidangan perkara di PN Bajawa”, tegas Kajari Bajawa, Rahardjo Budi Kisnanto, SH.
Diberitakan sebelumnya, Sidang kedua dengan agenda pemeriksaan saksi perkara kasus blokade Bandara Turelelo ditunda Dewan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bajawa Flores atas permintaan para terdakwa yang belum didampingi kuasa hukum pada agenda siding kedua kali ini. “Sampai dengan hari pelaksanaan sidang kedua ini, 23 terdakwa belum mendapat kuasa penasehat kuhum guna mendampingi para terdakwa dalam persidangan. (*iwn)