Kepsek : “Saya Tidak Butuh Digaji, Saya Hanya Ingin Mengabdi”

Media Group : Zoanlinenews-Kupang,- Sebagai seorang guru yang profesional, bukan hanya membutuhkan kemampuan yang handal melainkan sebuah dedikasi yang tulus dalam mendidik generasi-generasi muda. Olehnya, gaji merupakan hal kedua karena menjadi seorang guru diutamakan adalah jiwa pengabdian yang tidak banyak menuntut. Hal ini disampaikan Kepala Sekolah SMP Surya Mandala, Bruno Kia Ebang, saat di temui di ruangan kerjanya, Sabtu  14 Februari 2015.

Gedung sekolah SMP Surya Mandala yang dibangun oleh Yoseph   Orem Blikololong

Gedung sekolah SMP Surya Mandala yang dibangun oleh Yoseph Orem Blikololong

Bruno menjelaskan, menjadi seorang guru tidak perlu melihat berapa besar tunjangan yang diberikan sekolah, melainkan ketulusan dalam mengabdi demi mencerdaskan anak bangsa.

“Guru itu merupakan sebuah pekerjaan yang sangat mulia. Persoalan gaji merupakan hal kedua. Yang terpenting adalah pengabdian yang tulus dalam mendidik dan mengajar anak-anak murid. Saya merasa bangga karena dimasa tua , saya mengabdi untuk anak-anak bangsa,” ucapnya.

Bruno menuturkan, awalnya dirinya merasa tertarik karena semua murid yang sekolah di SMP Surya Mandala, semuanya datang dari keluarga-keluarga miskin. Seperti, anak penjual sayur, anak pemulung, anak penjual ikan, dan anak yatim piatu.

Berbekal pengabdian apalagi anak-anak tersebut datang dari keluarga miskin, dirinya pun bersedia menjadi tenaga pengajar bahkan diangkat menjadi Kepala Sekolah pada sekolah tersebut, tanpa menuntut mendapatkan gaji.

“Kami semua guru-guru disini punya tujuan yang sama yakni mendidik dan mengajar anak-anak murid yang semuanya dari keluarga miskin. Jadi kami tidak menuntut gaji. Kami hanya ingin berjuang bersama  ketua yayasan untuk berjuang agar sekolah ini bisa setara dengan sekolah-sekolah lain,” ungkap kepala sekolah yang sudah berumur enam puluh lima tahun itu.

Dijelasnya, sekolah yang dipimpinnya ini kini mempunyai murid sebanyak  lima puluh dua orang. Dengan perincian angkatan pertama yang kini duduk kelas tiga sebanyak delapan belas orang, kelas satu dua belas orang, sedangkan kelas dua ada enam belas orang dimana, kedelapan belas murid kelas tiga tersebut sudah siap mengikuti ujian nasional, setelah pihaknya berkoordinasi dengan pihak sekolah SMP 16 Perumnas.

“Saya optimis sekolah kami ini keepannya akan bisa setara dengan sekolah-sekolah lain. Saya juga rasa lega dan bangga karena anak-anak yang duduk di kelas tiga kini siap untuk mengikuti UN bergabung dengan SMP 16 Perumnas,” ucapnya.

Terkait kurikulum yang diterapkan pada sekolah ini, dirinya mengaku atas kerjasama dengan pihak Dinas PPO Kota Kupang, sekolahnya kini sudah mendapatkan seorang pembimbing dari pengawas pembimbing untuk menyusun kurikulum sekolah yang diakuinya sudah lengkap. Selain itu, pihaknya juga mendapatkan bantuan berupa dua orang guru Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Untuk bantuan dana Bantuan Operasioanal Sekolah (BOS), pihaknya pada tahun 2014 lalu telah mendapatkan kucuran dana BOS sebesar Rp. 80 juta. Olehnya, dirinya berharap kepada pemerintah agar pemerintah d tahun 2015 ini tetap memberikan bantuan karena pihaknya kini masih kekurangan sarana prasarana sekolah. (*amar)