Kreasi Anak Muda Flotim Meningkat, Minim Perhatikan Pemerintah

ZONA LINE NEWS, LARANTUKA,- kretifitas Anak muda Kabupaten Flores Timur kian meningkat dari tahun ketahun, hal ini ditandai dengan penyelenggaraan pameran Zona art bertempat di rumah makan senaren Larantuka, Flores Timur. Sayangnnya kegiatan yang berlangsung meriah ini tidak mendapat dukungan penuh dari pemerintah Flotim. Kegiatan berlangsung dari tanggal 19 hingga tanggal 21 Februari 2015.

Penanggung Jawab Zona Art¸ Christ Pugel

Penanggung Jawab Zona Art¸ Christ Pugel

Penanggung jawab pameran Zona Art Christ pugel kepada wartawan Jumat 20 Februari 2015 menuturkan, sebenarnya kaum muda Flotim punya potensi namun tidak memiliki wadah untuk menghimpun kaum muda tersebut. Kegiatan ini baru dimulai dengan menghimpun 8 kelompok seni, diantara kedelapan kelompok tersebut merupakan kaum muda flotim, yang berdomisili di Larantuka.

“kegiatan ini bertujuan untuk mengajak kaum muda yang awalnya hanya dua orang, namun dalam perkembangannya kita coba menelusuri beberapa anak muda lainnya yang memiliki keterampilan, sehingga bertambah jumlahnya menjadi delapan kelompok.

Kelompok yang sudah dirintis ini akan terus menghimpun orang muda lainnya yang memiliki keterampilan dalam bentuk apa saja,sehingga kita membuka kesempatan untuk rekan lainnya untuk bergabung, karena event ini akan digelar kembali sebelum paskah,”ungkap Christ.
Ketika ditanya peran Pemerintah Daerah dalam memperhatikan nasib kaum muda Flotim, Dirinya mengungkapkan kekesalannya terhadap pemerintah Flores Timur, karena sejauh ini perannya belum ditunjukan secara maksimal. “iya mereka (kaum muda) punya potensi namun sulit mendapatkan wadah yang cocok untuk mengembangkan keterampilan yang dimiliki. Peran memang ada namun tidak seratus persen. Sempat pemda Flotim memberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan di Jogja beberapa waktu lalu, namun tidak didukung dengan pendampingan yang serius dari pemerintah. Event ini merupakan kreatif dari anak muda flotim”, ungkapnya dengan nada kesal.
Secara terpisah salah seorang pengrajin muda Olin Uran menuturkan, awalnya berpikir amat sulit untuk menghasilan sebuah kerajinan, namun dengan niat serta didukung dengan kemauan yang tinggi, sesuatu yang awalnya terasa sulit dapat diselesaikan dan membuahkan hasil yang memuaskan. Kerajinan yang terpampang pada pameran ini merupakan hasil dari kerja keras. Hasil keterampilan bermacam macam, diantaranya pernik – pernik dari kewatek (Sarung adat) dan lainnya.
” awalnya saya berpikir cukup sulit, karena harus membuat sesuatu yang berbeda dan memilki nilai jual. Contoh kerajinan yang saya pajang ini, butuh waktu lama untuk menyelesaikannya karena harus disulam sedemikian sehingga berbentuk seperti sekarang. Kita berbeda dengan orang muda yang berada dikota – kota besar, mereka menghargai dan sangat membutuhkan barang – barang bekas, yang kemudian menghasilkan sesuatu yang lain. Kreativitas orang muda kita masih jauh dari harapan, apalagi kesadaran mereka untuk menjaga suatu hasil seni,” bebernya.

Lanjut Uran, selama proses menghasilakan sesuatu barang baru tentunya membutukan alat pendukung lainnya. Untuk sekarang kebutuhan akan alat penunjang, yang harus didatangkan dari luar dengan membutukan kost yang cukup besar, sehingga kedepannya akan diusahkan untuk memperbaiki hasil produksi dengan peralatan yang memadai, sehingga sasarnnya jelas yakni mendapatkan pasaran yang bagus.

 

Feliks Koten, salah seorang pengunjung, mengapresiasi orang muda Flores Timur yang menyelenggarakan pameran. Dirinya merasa terkesima dengan kesadaran orang muda walapun tidak didukung oleh pemerintah setempat. Bahkan dirinya meminta kepada pemerintah dalam hal ini dinas terkait untuk membantu membentuk wadah yang lebih bagus.
“Pemerintah dalam hal ini Dinas terkait dapat membentuk sebuah wadah khusus untuk memfasilitasi kaum muda berbakat asal Flotim dalam proses pengembangan selanjutnya. Sejauh ini hasil kerajinan anak Flotim dapat dikatakan tidak jauh beda kualitasnya dibandingkan dengan kaum muda di Jawa. Misalnya kerjinan miniatur sepeda motor dari tulang ikan yang luar biasa dan tidak dapat di tiru oleh kaum muda dari daerah lain. kaum muda memiliki potensi namun tidak ada wadah”tutur Feliks.

Katanya lagi,apabila pemerintah tidak memperhatikan dengan serius, kretaifitas anak muda maka pemerintah jangan heran jika hasil ketrampilan dicapolok orang luar, sehingga sangat diharapkan peran dan campur tangan pemerintah untuk mendukung terus kreatifitas yang dimiliki. ” Bila kita ingin tidak ada criminal dan tawuran serta mabuk – mabukan maka anak muda perlu didukung dengan kegiatan lainnya dengan maksud menekan tingkat criminal” ujar feliks sembari melontarkan senyum khasnya.
informsi yang diperoleh media ini, kegiatan kelompok seni anak muda yang tergabung dalam zona art diantarax De’1 gallery, Enzo wedding dress n decoration, qwatex handycraft, eagle art pigura, jeby lamury fotografi, zull idiot tatto, dan ariel flower hand made. (*polce)