Limbah Pembuatan Kapal Fiber Meresahkan Warga Oesapa

Media Group –Kupang ,- Warga Rt 08 Rw 03 Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang merasa resah dengan adanya Basecamp pembuatan kapal fiber oleh PT. Flores Indah yang berada di tegah pemukiman warga. Keresahan warga disebabkan, aktifitas pekerjaan kapal fiber yang limbahnya berupa serbuk fiber , berdampak bagi warga sekitar, bahkan bsa menyebabkan penyakit gatal – gatal. “Pekerjaan kapal fiber ini mengunakan bahan kimia , karena limbahnya dibuang ke laut bisa berdampak gatal – gatal bagi warga nelayan sekitar . Bahkan serbuk (debu) sisa dari akatifitas pengerjaan kapal , berterbangan hingga kerumah – rumah warga. “Kata Ketua Rt 08 Yakob Benggu kepada wartawan di kediamannya, Jumat 6 Februari 2014, 13.30 wita.

kapal ikan

kapal ikan

Dikatakannya , pada tahun 2014 lalu lokasi pekerjaan kapal fiber terrsebut sudah diperintahakan tutup dan tidak boleh beraktifitas dilokasi tersebut oleh Pemerintah Kota Kupang dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang. saat ini , kurang lebih dua minggu ini perusahaan ini mulai beraktifitas lagi.

Menurutnya, lokasi ini tidak layak untuk dijadikan tempat pembuatan kapal berbahan fiber karena lokasinya berada pada pemukiman padat penduduk dan daerah ini bukan daerah industri. “Saya berharap Pemerintah Kota bisa secepatnya mengambil tindakan. pasalnya, apa yang sudah dilarang oleh Pemerintah dan DPRD tidak didengar oleh perusahaan  tersebut, “Katanya Yakob.

Yakob mengatakan, apakah larangan aktifitas pembuatan kapal fiber  dari Pemerintah dan DPRD untuk persusahan itu hanya bersifat sementara saja atau seterusnya karena perusahan tersebut berani lagi untuk melakukan aktifitas saat ini. “Langkah yang kita tempuh sudah sangat bijak untuk peruhaan ini, namun dari pihak perusahan sendiri tidak ada jawaban yang pasti. Kita sudah 3 kali pergi untuk menghadap ke pemilik perusahaan tetapi yang kami dapat dari satafnya, hanya mengatakan apa bila ada warga yang terkena penyakit gatal – gatal dampak dari adanya aktifitas kapal fiber, maka segera bawa saja ke rukah sakit nanti pihak perusahaan yang membayar semua urusan atministrasinya, “Katanya.

Lanjutnya, pada tahun 2013 juga kita warga sudah pernah menghadap ke DPRD Kota Kupang, sehingga pada saat anggota DPRD Kota Kupang reses ditempat ini. Masalah ini diangkat dan menjadi temua anggota DPRD pada saat reses. “Kita sangat berharap perusahaan ini bisa pindah dari tempat ini karena selain limbahnya berpengaruh besar pada kesehatan warga, limbah ini juga merusak ekosistim laut dan air laut sendiri menjadi gatal, “Ungkapnya.

Warga disini katanya, hampir rata – rata ada yang memelihara ayam potong dan adanya aktifitas ini bukan hanya manusia saja yang terkena dampaknya, tetapi ternak ayam warga menjadi mati, sehingga untuk sementara warga sekita berhenti untuk berternak ayam. “Pekarjaan kapal fiber itu mengunakan zat kimia yang sangat tinggi. Dan pernah terjadi salah satu pekerjanya itu meningal pada saat bekerja, karena pada saat aktifitas pembuatan kapal tersebut semua pekerja tidak dilengkapi dengan alat pengaman. Itu manusia saja mati apa lagi binatang, “Tegasnya.

Dia menambahakan, dirinya bersama – sama dengan warga lain untuk bersurat ke kantor Kelurahan Oesapa Barat agar pihak kelurahan bisa mengatasi masalah yang dilami masyarakatnya, sehingga ada kepastia yang jelas untuk warga. “Kita bisa saja mengambil tindakan sendiri untuk mengatasi perusahaan ini. Tapi kita tidak mau melanggar prosedur – prosedur yang ada, jadi saat ini semua masalah yang  kita hadapi, kita masih serahkan Pemerintah Kota Kupang untuk mengatasinya, “Katanya.

Sementara itu salah seorang warga Oskar Tally juga berharap pemerintah bersama DPRD harus bisa melihat masalah ini. Pasalnya, masalah yang dialami warga ini bukan masalah sepele, tetapi ini semua menyangkut kesehatan warga sekitar.

“DPRD bersama Pemerintah harus yang mempunyai peran sangat penting untuk menolong warga sekitar dengan cara menghentikan aktifitas pembuatan kapal fiber oleh PT. Flores Timur. Apabila kita warga yang mengambil tindakan sendiri maka nanti kejadiannya sudah diluar dugaan, maka dari itu harapan Pemerintah barsama DPRD bisa melihat dan mengambil tindakan untuk masalah ini, “Katanya. (*hayer)