Marianus Sae Flores sudah Layak jadi Propinsi Sendiri

Media Group : Zonaline news– Larantuka ,– Panitia persiapan pembentukan Propinsi Flores (P4F) yang diketua oleh Bupati Ngada, Marianus Sae bersama rombongan menyambangi Kabupaten Flotim , untuk berdialog terkait persiapan Propinsi flores. Pertemuan berlangsung di Aula Setda flotim 12 Februari 2014.

 

Marianus Sae Saat berkunjung ke Flotim

Marianus Sae Saat berkunjung ke Flotim

Ketua tim yang juga sebagai Bupati aktif,Marianus Sae dalam sambutannya mengatakan pembentukan propinsi Flores bukan merupakan hal baru. Pada tahun – tahun sebelumnya sudah di perjuangkan untuk menjadikan flores menjadi Propinsi, namun terbentur dengan tingginya egoisme masing – masing daerah. Permasalahan yang timbul pada perjuangan propinsi Flores sebelumnya, yakni penetapan ibu kota Propinsi, sehingga tim P4F akan membentuk tim independent untuk melakukan kajian penetapan ibu kota propinsi.

“ Tim independen yang akan melakukan kajian di datangkan dari luar NTT diantaranya Universitas Indonesia,Universitas gaja mada dan universitas pajajaran. Hal ini dilakuakan untuk menjaga terjadinya pemahaman akan adanya titipan kepentingan oleh orang – orang tertentu. Dari beberapa nama yang ditawarkan untuk menjadi tim kajian akan diputuskan pada saat Mubes (Musyawarah Besar) yang akan terjadi pada bulan maret 2015 mendatang di kabupaten Nagakeo,”ungkap Marianus .

Lanjut Sae, Flores sudah layak menjadi propinsi karane sudah memenuhi kriteria untuk menjadi Propinsi. Maka untuk mendukung terbentuknya propinsi Flores ada beberapa persyaratan administrasi yang harus di penuhi, diantaranya adanya surat rekomendasi atau keterangan dari BPD dan kepala Desa, sebagai bukti adanya dukungan penuh untuk propinsi Flores. “ Disamping persyaratan Sumber daya manusia (SDM) sudah sangat memungkinkan, “ Marianus.

Dalam sambutan Bupati Flotim Yoseph Lagadoni Herin, mengungkapkan pemerintah Flores Timur mendukung penuh perjuangan terjadinya pemekaran propinsi flores. Disampaing itu juga pemerintah Flotim menyampaikan beberapa hal, diantaranya pemerintah dan lembaga DPRD Flotim sedang memperjuangkan DOB (daerah Otonomi daerah) untuk Adonara menjadi Kabupaten dan kabupaten Sikka menjadi kota madia. Dilain pihak Gubernur NTT dan lembaga DPR Propinsi sedang memperjuangkan propinsi NTT menjadi propinsi kepulauan, maka perlu dilihat secara baik, “ungkap Yosni.

Dikatakan Yosni, Kabupaten Flotim tidak menghendaki menjadi ibu kota Propinsi, kendala yang dihadapi selama ini dari pejuang seebelumnya adalah penetapan ibukota Propinsi, maka apa bila dibentuknya tim idependen untuk melakukan kajian maka flotim mendukung penuh dan siap menerima hasil kajian tim independen.

Ketua DPRD Yoseph Sani Betan, dalam sambutannya menuturkan , ”DPRD Flotim dalam mendukung penuh perjuangan pembentukan profinsi Flores. Masyarakata Flotim merasa bukan merupakan hal baru dalam wacana pembentukan profinsi flores. Tidak dipungkiri bahwa dalam perjuangan untuk flores menjadi sebuah propinsi ada kendala diantaranya masalah politik. Betan melanjutkan, dengan adanya pemekaran, memperpuda pelayanan publik. Dalam persiapan pembentukan propinsi tentunya membutukan anggara, maka lembaga DPRD dan pemerinta akan mengkaji anggaran yang digunkana untuk perispan pemebntukan profinsi flores,” tutur Betan.

Pantauan media ini, diselenggarakan dialog yang dihadiri oleh para tokoh – tokoh masyarakat yang di udang. Dalam dialog tersebut kelima delegator mendukung pembentukan propinsi flores, namun harus di dasari dengan ketulusan dan perjuangan yang tulus pula.setelah menyampaikan maksud dan tujuan P4F, dilanjutkan dengan penandatanganan surat persetujuan untuk menjadi bagian dari propinsi flores.

Dalam pertemuan tersebut, dihadiri Bupati Flotim, Yoseph Lagadoni Herin, ketua DPRD Yoseph Sani Betan, ketua Tim P4F, Marianus Sae, kapolres Flotim, Dandim Flotim. Kejaksaan, tokoh masyarakat Flotim. (*polce)