Medah Sebut Golkar Hasil Munas Riau Berproses Hadapi Pilkada

Media Group –KUPANG,- Meski kisruh internal di pusat masih bergejolak, Partai Golkar di daerah terus mempersiapkan diri untuk menghadapai Pilkada yang akan mulai digelar dalam tahun 2015 ini. Kepengurusan partai berlambang beringin itu yang layak melakukan berbagai proses politik adalah kepengurusan hasil Munas Riau tahun 2009 yang lalu.

Medah Pimpin Pengukuhan Ketua Kerukunan Keluarga Kawanua   Manado-Kupang

Medah Pimpin Pengukuhan Ketua Kerukunan Keluarga Kawanua Manado-Kupang

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur Drs. Ibrahim Agustinus Medah mengatakan itu kepada wartawan usai memimpin pengukuhan Badan Pengurus Kawanua Manado di Restorant Teluk Kupang, Kamis 19 Februari 2015.

Medah mengatakan, dalam rapat koordinasi seluruh ketua DPD I Partai Golkar Provinsi se Indonesia di Bali kemarin ditegaskan bahwa, setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan Kubu Agung Laksono maka Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menyatakan bahwa Kepengurusan Partai Golkar yang bisa melakukan proses politik adalah Kepengurusan hasil Munas Riau.

“Karena masalah belum selesai, tetapi partai Golkar harus terus berproses maka Kemenkumham mengatakan bahwa yang sah adalah Kepengurusan hasil Munas Riau. Dan ini masuk akal, harus ada suatu kepengurusan yang dipayungi UU baik UU artai Politik mapun UU tentang Pilkada,” jelas Medah.

Ia menambahkan, lantaran semua proses di pusat untuk mengahsilkan kepengurusan yang baru masih berjalan, maka sambil menunggu penyelesaian dimaksud, kepengurusan Golkar hasil Munas Riau dan seluruh jajaran di daerah siap menghadaio agenda pilkada.

Anggota Komite II DPD RI itu menambahkan, Partai Golkar dalam menghadapi Pilkada di tahun 2015 ini telah disepakati bahwa akan ada Petunjuk Pelkasana (Juklak) yang tidak lagi melalui survey. “Pertimbangannya karena survey menginggalkan banyak masalah dalam partai bahwa setelah mengusung figure yang unggul survey lalu setelah terilih menjadi kepala daerah tidak memberikan perhatian keada partai maka metode itu ditinggalkan,” katanya.

Mantan Bupati Kupang dua periode itu menambahkan, dalam menentukan paket calon jika itu di kabupaten atau kota maka dilakukan penjaringan  dan dimusyawarahkan di partai dan tidak diperkenankan melalaui voting. Dari musyawarah itu lanjut Medah dihasilkan lima nama dan dikirim ke provinsi untuk dikaji lalu ditetakan tiga nama untuk diteruskan ke pusat lalu pusat mengeluarkan SK berdasrkan pertimbangan DPD I artai Golkar Provinsi.

“Dalam memberikan pertibangan tersebut DPD I tetap melibatkan DPD 2, dan juga dilakukan pengkajian lebih mendalam di lapangan,” katanya.

Medah yang juga mantan Ketua DRD Provinsi NTT itu menegaskan, Partai Golkar sudah siap dengan perangkat lunaknya untuk menghadapi Pilkda di NTT.

Ketua DPD Golkar Kabupaten Manggarai Barat Matheus Hamsi yang dihubungi terisah dengan otimis mengatakan, apapun metode yang akan diterapkan Golkar dalam Pilkada mendatang, ia siap menghadapinya. “Selaku kader tulen Partai Golkar, saya sudah siap dengan metode apapun untuk maju menjadi calon bupati Manggarai Barat,” katanya.

Hamsi yang adalah Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat dua periode itu menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya bersama jajaran Partai Golkar Manggarai Barat akan menggelar Rapimda Golkar untuk persiapan Pilkada.(*laurens)