Pasien Berdesakan, Ruang Tunggu Pasien Sempit

Media Group, KUPANG ,– Guna mendapatkan pelayanan medis pada Puskesmas Oesapa, ratusan pasien rela berdesak-desakan bahkan sebagian pasien rela berdiri berjam-jam menunggu giliran. Pasalnya, ruangan tunggu untuk para pasien pada Puskesmas Oesapa terlalu sempit.

pasien berdesakan di puskesmas Oesapa

pasien berdesakan di puskesmas Oesapa

 

Salah satu pasien, Marta Klau (35), kepada wartawan, Jumat 13 Februari 2015 mengatakan, tempat duduk yang disediakan pihak puskesmas tidak mampu untuk menampung para pasien yang datang. Olehnya, dirinya rela berdiri berjam-jam menunggu giliran untuk berobat. Selain itu, lanjut Marta, bangunan dan ruangan puskesmas terlalu kecil sehingga pasien sampai berdesakan.

“Saya sudah berdiri satu jam karena tidak dapat tempat duduk. Ruangan puskesmas juga terlalu kecil sehingga kadang pasien sampai berdesakan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas, dr. Maria Imakulata Husni, melalui Kepala Tata Usaha (KTU), Ferderika Feoh, di ruangan kerjanya mengaku, bangunan puskesmas terlalu sempit sehingga pihaknya kewalahan saat melayani pasien. Apalagi lanjutnya, mulai memasuki musim hujan jumlah pasien sangat banyak hingga mencapai seratus sampai duaratus orang.

Dijelaskan, persoalan tersebut pernah di usulkan ke Dinas Kesehatan Kota dan sudah ditanggapi. Bahkan rencana pembangunan puskesmas baru tersebut sudah dianggarkan. Olehnya, dalam waktu dekat akan dibangun puskesmas baru. Hal ini untuk menigkatkan kualitas pelayanan petugas medis terhadap para pasien.

“Kami kewalahan jika karena ruangan puskesmas terlalu sempit. Apalagi musim begini merupakan musim sakit, sehingga sehari pasien kadang mencapai seratus hingga duaratus pasien. Semoga Dinas kesehatan kota dalam tahun ini merealisasikan janjinya untuk membangun puskesmas baru,” tandasnya.

Lanjut Feoh, kebanyakan pasien yang datang berobat terserang ispa (infeksi saluran pernafasan atas), demam serta batuk pilek. Sedangkan untuk pasien yang mengidap DBD hingga saat ini belum ada.

Meski belum ada masyarakat yang terserang DBD, pihaknya telah menempuh langkah antisipasi yakni melakukan sosialisasi terkait bahaya DBD juga pembagian obat Abate kepada masyarakat.

Dirinya pun menghimbau, agar masyarakat selalu menjaga kebersihan diri juga lingkungan tempat tinggal agar dapat terhindar dari berbagai penyakit khususnya demam berdarah.

“Untuk mengantisipasi DBD, kami sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan membagikan abate ke setiap rumah. Saya harap masyarakat dapat menjaga kebersihan diri juga lingkungan sekitar sehingga bisa bebas dari DBD,” pungkasnya. (*amar)