Pedagang Pasar Boubou Ibarat Kuda Tunggangan Pemkab Ngada

Media Group –BAJAWA,- Para pedagang pasar Boubou Ibarat Kuda Tunggangan pemerintah Kabupaten Ngada, pasalnya ditarik kesana mau tarik kesini mau. Sejak direlokasi para pedagang dari Pasar induk ke pasar Boubou para pedangan mengeluh rugi karane sepi pemgunjung. Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada menutup paksa Pasar Inpres Bajawa, lalu merelokasi seluruh pedagang ke Pasar Boubou berujung pedagang merugi. Bahkan sejumlah pedagang tampak tidur-tiduran di Pasar Boubou.

NGADA SEPIH PEMBELI, PEDAGANG TIDURAN DI PASAR BOUBOU BAJAWA

NGADA SEPIH PEMBELI, PEDAGANG TIDURAN DI PASAR BOUBOU BAJAWA

 

Pantauan Zonalinenews 9 Februari 2015, letak posisi Pasar Boubou cukup jauh dari akses pembeli. Pasar Boubou, hanyalah satu pasar pengembangan, bukan merupakan pasar sentral atau pasar induk di kota Bajawa Kabupaten Ngada Flores. Penutupan Pasar Inpres Bajawa atas instruksi Bupati Ngada Marianus Sae memastikan hilangnya status Pasar Inpres sebagai pasar induk, menyisahkan satu pasar pengembangan, yaitu Pasar Boubou. Sementaraitu letak lokasi Boubou yang berada di tengah hutan menjadi salah satu faktor penghambat bagi daya tarik pembeli berkunjung kesana. Keterisolasian Pasar Boubou dari keramaian kota dan pemukiman warga semakin memperburuk wajah Pasar Boubou Bajawa Kabupaten Ngada.

 

Pedagang mengaku kondisi Pasar Boubou Bajawa sepih pembeli, dagangan mereka tidak laku. Lombok, sayur dan buah-buahan banyak yang rusak dan membusuk akibat jumlah konsumen sangat minim dari waktu ke waktu. Sementaraitu tidak sedikit pedagang mengalami pailit modal usaha. Kondisi ini diperburuk lagi terjadinya lonjakan biaya tinggi transportasi menuju Pasar Boubou Bajawa. Sejumlah pedagang menilai, kebijakan pemerintah daerah menutup paksa pasar inpres bajawa adalah tanda pemerintah tidak lagi peduli terhadap nasib para pedagang, bahkan sengaja mematikan modal ekonomi pedagang. Mereka mengaku pasrah atas kondisi malang ini.

 

“Saya menjual sayur di pasar ini sejak awal mula kami dipindahkan kesini. Orang lain pergi demo tolak pemindahan pasar, saya dan ibu-ibu deretan ini tidak mau ikutan demo karena kami yakin atas janji pemerintah bahwa pasar ini akan ramai kedepannya. Tetapi setelah sekian lama kami setia mendukung pemerintah, apa yang kami terima?. Kami sudah saksikan dengan mata kepala sendiri ternyata Pasar Boubou ini hanya bagus dari gedung bangunannya yang permanen, catnya warna warni, tetapi apa untungnya bagi kami pedagang?. Malah kami bangkrut dari waktu ke waktu. Pasar ini dibawah telapak kaki yang tidak memberi kehidupan bagi kami pedagang”, ungkap Yustina pedagang sayur Pasar Boubou Senin 9 Februari 2015.
 

Yustina menambahkan, banyak pedagang gulung tikar dan terpaksa kembali ke rumahnya masing-masing. Sebagiannya lagi beralih profesi dan bahkan ada yang pindah membuka jualan di pasar-pasar kecamatan terdekat, seperti Pasar Mataloko, Pasar So’a, bahkan ada yang hijrah ke Pasar Boawae – Nagekeo,Kabupaten tetangga.

 

Sala seorang pedanagan , Ibu Teodora mengungkapkan kesedihannya akibat dagangan Lombok miliknya banyak membusuk karena sepi pembeli. “Lombok, sayur, buah-buahan ini sudah tiga hari saya jual tapi tidak ada pembeli. Bukan karena tidak laku tetapi karena tidak ada pembeli. Jadi seperti ini sudah keadaan kami disini. Tidak ada pembeli yang datang disini. Semua los tempat jualan kosong dari waktu ke waktu. Kami pedagang disini rugi dan semakin hancur. Kami masyarakat nih macam kuda tuh, kalau pemerintah tarik kesana kami ikut, kalau pemerintah tarik kesini kesini kami ikut, yaa macam kuda tuh”, ungkap Ibu Teodora dengan wajah sedih kepada wartawan.
 

Para pedagang berharap seluruh pihak tidak beranggapan pasar boubou akan ramai seperti perkiraan sebab para pedagang yang kini masih bertahan di pasar boubou pun dulunya beranggapan sama yakni pasar akan ramai, tetapi setelah berdagang di pasar boubou justeru semakin lama kondisi buruk di pasar boubou semakin mencekik para pedagang. Seorang pedagang sayur, Yustina bahkan menyebut harapan hidup pedagang di pasar boubou berada di bawah garis telapak kaki. (iwn-zl)