Pemkab Belu Dinilai Buta dan Tuli

Zona line news – ATAMBUA,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu dinilai buta dan tuli dalam memperhatikan masalah kemanusiaan. Pasalnya, perhatian Pemkab untuk kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI) minim sekali. Sebagai contoh nyata, kegiatan PMI dengan PT Astra International Tbk di SDK Fatubenao, tidak dihadiri Pemkab.

Kehadiran PMI dan PT Astra International Tbk di SDK Fatubenao

Kehadiran PMI dan PT Astra International Tbk di SDK Fatubenao

Ungkapan kekecewaan ini disampaikan Ketua PMI Belu Bonafasius Bowe dalam kegiatan pembagian 1500 kacamata kerja sama PMI dan PT Astra International Tbk di SDK Fatubenao Selasa 17 Februari 2015.

Dikemukakan Bowe, para petinggi PMI dan PT Astra International Tbk dari pusat dan provinsi dalam kegiatan pembagian kacamata kepada anak-anak SD di Kabupaten Belu yang berlokasi di SDK Fatubenao tak dihadiri Penjabat Bupati Belu ataupun pejabat di bawahnya, terutama di lingkup Setda Belu.

“Kami sangat sesalkan perilaku pemerintah daerah yang seolah-olah buta dan tuli terhadap kegiatan kemanusiaan ini. PT Astra International Tbk sudah berupaya membantu anak-anak Belu tapi sepertinya tidak didukung pemerintah. Ini terbukti dengan tidak hadirnya Penjabat Bupati atau pejabat lainnya di lingkup Setda Belu,” tandas Bowe.

Menurut Bowe, perilaku masa bodoh pemerintah daerah juga terjadi dalam hal pendanaan terhadap PMI Belu. PMI sejak 2013 mengusulkan sejumlah dana untuk memperlancar kegiatan operasional di lapangan tapi tidak ditanggapi sama sekali. Hingga saat ini, PMI masih tetap dianaktirikan.

“Kami usulkan dana operasional Rp 510 juta sejak 2013 tapi tidak dikabulkan. Di Komisi C (III), disepakati dan disetujui Pak Bupati Joachim Lopez waktu itu tapi hilang di sidang paripurna. Kami bingung, ada apa dengan semua ini. Kami tidak cari makan minum di PMI tapi utamakan masalah kemanusiaan,” tegas Bowe.

“Sementara KONI, PKK, Pramuka, Deskranasda dialokasikan dana. PMI tidak sama sekali. PMI dianggap tidak punya peran apa-apa sehingga tidak dialokasikan dana,” kata Bowe lagi.

JT Ose Luan, tokoh masyarakat Kabupaten Belu juga merasa kecewa dengan ketidakhadiran Pemkab dalam kegiatan pembagian kacamata kerja sama PMI dan PT Astra International Tbk di SDK Fatubenao kemarin.

Menurut Luan, semestinya Pemkab Belu menghadiri kegiatan kemanusiaan itu karena Kabupaten Belu mendapat perhatian khusus dari PT Astra International dalam memerangi masalah kesehatan mata pada anak-anak usia dini (usia SD).

“Saya kira kalau kegiatan ini dihadiri Pak Penjabat atau minimal pejabat di bawahnya di lingkup Setda Belu, tentunya sangat bagus untuk tingkatkan kerja sama di bidang lainnya selain kesehatan. Misalnya, bidang pendidikan, anak-anak bisa diberikan beasiswa oleh PT Astra International Tbk. Tapi, Pemkab Belu koq masa bodoh,” kata mantan Sekda Belu ini.

Dia berharap kegiatan-kegiatan di masa mendatang bisa dihargai Pemkab Belu, terutama yang diselenggarakan PMI atau pihak swasta yang merasa peka dengan masalah sosial kemasyarakat atau kemanusiaan di Kabupaten Belu. (*Davidson)