Pemkot Kupang Memutuskan Kerja Sama Dengan PDAM Tirta Lontar

ZONALINENEWS – KUPANG,- Dalam tahun 2015  ini Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang akan melakukan pemutusan kerja sama antara Pemkot dan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lontar Kabupaten Kupang terkait pemungutan biaya retribusi sampah. Pemkot berniat untuk memfungsikan setiap Ketua RT ditiap kelurahan, melakukan pemugutan retrebusi. “Pemkot Kupang saat ini telah menyusun petunjuk teknis (Juknis), “Kata Walikota Kupang Jonas Salean kepada wartawan di balai Kota Kupang, Rabu 25 Februari 2015 pukul 10.30 wita.

Jonas Salean

Jonas Salean

Dikatakanya,  juknis  pemungutan retribusi sampah sedang disusun. Jika juknis telah rampung maka, para ketua RT. Sudah bisa melakukan pemungutan retribusi sampah dari warga. Menurutnya, besaran pemungutan sampah yang akan ditagih dari masyarakat, Kata Walikota, sama seperti pemungutan yang dilakukan oleh PDAM yaitu sebesar Rp. 2500. Jumlah itu  menurutnya, masih dalam batas wajar bagi semua kelompok masyarakat. Dirinya sangat  yakin semua masyarakat  mampu membayar retribusi sampah karena tidak terlalu memberatkan.

“Kalau Rp.2500 sebulan, setiap harinya masyarakat hanya mengeluarkan biaya tidak sampai Rp 100 untuk membayar retribusi sampah. Jumlah itu menurut saya bisa dibayar oleh masyarakat kalangan bawah sekalipun,” Kata Jonas.

Ia menambahkan, alasan pemerintah Kota Kupang memutuskan kerja sama dengan pihak PDAM Kabupaten Kupang, soal pungutan retribusi sampah karena pihak PDAM hanya menyetor Rp. 44 Juta selama setahun penuh. Padahal kalau jumlah pelanggan sebanyak 30 ribu lebih, dikali Rp. 2500 maka setiap tahunnya uang yang bisa dikumpulkan bisa mencapai Rp. 800 juta. “Karena penyetoran yang cuma Rp 44  juta dirasa tidak wajar oleh pemerintah, maka pungutan dialihkan saja ke para Ketua Rt, “ujarnya. (*hayer)