Pemuda Diminta Jaga Perilaku, 23 Kasus HIV/AIDS di Kota Kupang

MEDIA GROUP- Zonalinenews-Kupang,- Dalam rangka merayakan valentine’s day, Sabtu 14 Februari 2015 maka kaula muda Kota Kupang diminta agar menjaga perilaku, khususnya pergaulan bebas (free sex, red). Pasalnya, masa kini, banyak kaula muda yang tidak merayakan valentine’s day dengan benar dan justru melakukan free sex.

ilustrasi free sek

Ilustrasi

Penegasan ini disampaikan Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Kupang. Agustinus Q. Bebok kepada Media Group, Jumat 13 Februari 2015 di Kupang.

Kendati perayaan valentine’s day, biasanya dilakukan oleh sepasang kekasih dengan membagikan bunga, coklat dan beberapa hadiah lainnya. Namun, Sekretaris KPA Kota Kupang ini justru, tak pungkiri bila ajang perayaan valentine’s day bisa menjurus pada free sex. Sehingga, kata dia, hal itu bisa menjadi cikal dari adanya HIV/AIDS .

“Bisa saja perayaan valentine’s day menjadi kesempatan bagi kaula muda untuk terjerumus dalam pergaulan bebas. Hal itu tentu akan menjadi awal munculnya HIV/AIDS. Sehingga, pemuda harusnya merayakannya dengan benar,” tegasnya.

Ia menjelaskan, awal tahun 2015, terdata pada bulan Januari, jumlah kasus HIV/AIDS telah mencapai 23 orang. HIV, kata dia, berjumlah 16 orang dan AIDS berjumlah 7 orang. Jumlah ini diperkirakan akan bertambah. Oleh karena itu, masyarakat Kota Kupang diminta agar memeriksa diri di Puskesmas terdekat.

Ia meminta agar masyarakat bisa menjaga diri dari bahaya HIV/AIDS. “Jadi saran saya, sebaiknya masyarakat, khsusnya para kaula muda agara jangan melakukan hubungan intim sebelum menikan,” tegasnya.

Kaula muda juga diingatkannya agar tidak bergonta-ganti pasangan. Dan, bila telah melakukan hubungan intim, maka kaula muda diminta agar menggunakan alat kontrasepsi berupa kondom. Hal tersebut, jelas dia, agar bisa mencegah adanya HIV/AIDS. Menyoal adanya kemungkinan, banyak masyarakat yang telah terkena HIV/AIDS, namun belum diketahui, ungkap dia, masyarakat harus memeriksakan diri melalui voluntary counsultation and testing (VCT) di puskesmas. Sehingga bisa secepatnya mendapatkan penanganan.

Terpisah, salah satu Pemuda Kota Kupang yang berdomisili di Kelurahan Kelapa Lima yang enggan menyebutkan namanya mengaku, kini banyak pemuda yang telah terjerumus dalam free sex. Apalagi, saat momentum valentine’ s day. Dirinya mengecam adanya perilaku kaula muda yang telah mengikuti kebiasaan tren ala western (budaya barat, red), tanpa memikirkan dampak buruknya.

“Jadi momentum valentine seharusnya diisi dengan hal-hal positif bukan negatif. Kan, kalau hari kasih sayang, maka kita seharusnya berbagi kasih dengan sesama kita, baik itu orang tua, sahabat, teman. Bukan hanya pacar saja,” ucapnya. Ia juga meminta agar masyarakat khsusnya pemuda Kota Kupang agar tak hanya memaknai hari kasih sayang pada tanggal 14 Februari saja. Namun, kata dia, harus dilakukan setiap hari dengan berbagi kasih dengan sesama. Dengan demikian, makna kasih sayang bisa dirasakan oleh setiap orang. (*K2)