Pertolongan Pertama Untuk Korban Laka Lantas Harus Diutamakan

ZONALINENEWS-KUPANG,- Adanya kerja kerja sama antara Siloam Hospital Kupang, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Polres Kupang , sangat membatu tugas  kepolisian kususnya  dalam kasus penyelidikan  kecalakaan lalu lintas (Laka Lantas). Karena Siloam Hospital adalah rumah sakit yang masih baru dibangun, untuk itu Siloam Hospital bisa menunjang dalam membantu masyarakat pada kasus kecelakaan Lalu lintas. “Untuk pertolongan para korban laka lantas  sendiri kami tidak pernah melihat siapa pelaku atau siapa korban tetapi, siapa yang harus mendapat pertolongan pertama itu yang akan di bawa ke Siloam Hospital ini, “kata Kapolres Kupang AKBP M. Lingga melalui Kasat Lantas Polres Kupang IPTU Ade Erna kepada wartawan di Siloam Hospital Kupang usai penandataganan kerja sama, Senin 23 Februari 2015 pukul 10.30 wita.

Kasat Lantas Polres Kupang IPTU Ade Erna

Kasat Lantas Polres Kupang IPTU Ade Erna

Dirinya meminta kepada pihak Siloam Hospital Kupang sendiri harus mengadakan pelatihan untuk penaganan pertolongan pertama terhadap korban laka lantas. pasalnya, yang terjun lansung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) rata – rata adalah masyarakat atau anggota – anggota polisi. Menurutnya, tingkat laka lantas di wilayah Polres Kupang sangat banyak karena jalur ini adalah jalur lintas negara dan masyarakat di Kabupaten Kupang sendiri belum memahami bagai mana cara yang baik mengendarai kerndaraan tersebut. “Kami sering melakukan penyuluhan kepada masyarakat Kabupaten Kupang, dan penyeluhan yang kita lakukan melalui pendekatan langsung ke masyarakat, dan melalui radio mau pun melalui media cetak dan elektronik lainya, “kata Ade.

Ia mengatakan, tingkat kasus laka lantasnya pada tahun 2014 lalu angkanya menurun tetapi angka kematian yang disebabkan oleh laka lantas meningkat dari 52 korban menjadi 54 korban. “Dua bulan awal di tahun 2015 ini sudah ada 15 korban, dan pada umunya   adalah korban luka ringan. Penyeban terjadinya laka lantas sendiri disebabkan karena out kontrol dan laka tunggal, “ungkapnya.

Ia berharap, dengan berkurangnya angka laka lantas pada tahun lalu bila perlu jumlahnya juga menurun baik dari luka ringan, luka berat mau pun korban  meninggal. “Pihak kami sendiri sudah melakukan pendekatan melalui Pemerintah Kabupaten melalui Camat mau pun masyarakat, agar ternak milik masyarakat itu harus di kandang karena apa bila ternaknya dibiarkan berkeliaran dijalan raya tentunya bisa menjadi penyebab kecalakaan juga. Dan yang menjadi menjadi masalah di Kabupten Kupang ini adalah, Kabupaten Kupang sendiri belum adanya Peraturan Daerah (Perda) tentang penertiban ternak, tetapi ini semua tidak menurunkan semengat kita untuk menjalankan tugas dan kewajiban kami, “ujar Ade. (*hayer)