Polres Flotim Akan Periksa Syabandar dan Pertamina

Terkait Kebakaran KM Hikam Dua

Zona Line News, Larantuka- Terbakarnya KM Hikam Dua kapal pengangkut minyak dari Larantuka menuju Lembata yang menelan dua kurban jiwa, Abdurhaman Idris (42) kapten kapal dan Paulus Fernades Aikoli aias No Pa (35) salah satu ABK KM Hikam Dua, milik Almaruhum Haji Amir Ratuloly, yang di kelola oleh anaknya Nasir yang berdomisili di Lembata. Amir merupakan satu – satunya  pebisnis minyak di Lembata.

 

Kebakaran Kapal KM Hikam Dua di palabuhan Larantuka (Foto Vasilly Mboe Tola)

Kebakaran Kapal KM Hikam Dua di palabuhan Larantuka (Foto Vasilly Mboe Tola)

Kasubag Humas Polres Flotim, Maria Sarina Romakia kepada wartawan minggu 22 Februari 2015 sekitra pukul 13.00 di ruangan kerja menuturkan, Polres Flotim sudah memeriksa masinis kapal KM Hikam Dua, Alosius Key dan supir Pertamina, Lukas Wungabelen alias Kasli di ruangan reskrim polres Flotim dengan masing- masing 3 jam pemeriksaan. Dari keterangan supir kepada penyidik, pada saat pengisian minyak jenis premium 15 ton Lukas berada dalam mobil hingga bunyi ledakan yang berasal dari kapal Hikam Dua. Dari ledakan tersebut Lukas langsung bergegas menyelamatkan drinya, dan langsung menyerhakan dirinya ke Pos Polisi (KP3) laut Flotim.

Sementara masinis KM Hikam 2 Aloysius Key, kepada penyidik menuturkan sedang berada di toko membeli alat pemompa air, yang disuruh oleh kapten kapalnya Abdurhaman Idris. Sehingga saat terjadi ledakan Alosyus Key masih berada di toko. Mendengar ledakan tersebut Alosius langsung menuju pelabuhan dan melihat kapal motor Hikam Dua sedang terbakar. Tanpa menunggu lama Alosius langsung menuju Pos KP3 Laut untuk mengamankan dirinya.

Lanjut Erna Romakia , korban luka kritis Rahman Salolon ABK Hikam 2 Warga Lamahala hingga sekarang belum sadarkan diri dan masih di ruangan intalasi rawat darurat RSUD Flotim, sementara korban luka Muhamad Basir asal kabupaten Sikka ABK Kapal Nelayan bakti 29 mengalami luka memar dibagian mata kiri, karena membentur saat hendak melompat menyelamatkan diri juga masih menjalani perawatan di RSUD Larantuka.

Katanya lagi, KM Hikam 2 dan mobil tanki yang bertulisan Pertamina merupakan milik Amir Ratulolo. ketika KM Hikam Dua meledak di pelabuhan laut, berselang beberapa saat kemudian KM Hikam Dua langsung tenggelam. Sementara mobil tanki yang sedang melakukan pengisian minyak jenis premium langsung disambar api dan terbakar. Akibat semburan api kapal nelayan milik Sait warga masyarakat Posto, Larantuka ikut terbakar.

Erna menjelaskan, Peristiwa kebakaran 2 kapal dan 1 unit mobil tanki masih dalam proses penyidikan, sehingga belum adanya tersangka. Polres Flotim juga akan memanggil dan memeriksa kepala Syabandar Larantuka, dan kepala pertamina Larantuka untuk diambil keterangan dalam minggu ini.

Erna Romakia juga mengungkapkan kekesalannya kepada pemerintah flores Timur yang tidak turut dalam proses evakuasi dan pemadaman kebakaran di pelabuhan rakyat Larantuka. “ pa Kapolres menelpon kepala penanggulangan bencana untuk meminta fasilitas diantaranya mobil pemadam kebakaran, namun permintaan kapolres tidak diindakan hingga api dipadamkan oleh polisi Flotim dan TNI”, kesal Erna Romakia.

Hal senada juga disampikan Kasat Reskrim Polres Flotim, Anthonius Mengga kepada Zona Line News, di TKP saat memantau mobil tanki menuturkan,pihak penyidik Flotim masih melakukan penyelidikan terkait terbakarnya dua kapal dan satu mobil, karena pihaknya mengalami kesulitan mengali informasi. “ Kita mengalami kesulitan dalam mencari tau penyebap ledakan dari kapal, karena saksi mata kapten dan ABK meninggal ditempat saat kejadian, serta Rahman Salolon masih dalam keadaan kritis di RSUD Larantuka, sehingga kita berharap saksi mata yang sekarang di rawat dapat sembuh dan bisa dimintai keterangan terkait penyebap meledaknya kapal Hikam Dua” ujar Mengga.

Lanjutya lagi, pihaknya juga akan memanggil dan memeriksan kepala Syabandar, kepala pertamina dan pemilik kapal dalam waktu dekat. Materi pemeriksaan syabandar berkaitan dengan pengawasan terutama barang dan muatan di atas pelabuhan. “ Apakah boleh melakukan pengisian barang berbahaya diatas pelabuhan rakyat yang terdapat kapal- kapal lain sedang melakukan aktifitas bongkar muat. Sementara untuk pertamina berkaitan dengan volume. Disamping penyidik juga akan memeriksa pemilik kapal berkaitan dengan surat- surat dan kelayakan ABK kapal,” tegas Mangge.

Pihak polres Flotim suda mengambil beberapa dokument kapal Hikam Dua dari syabandar untuk dipelajarai lebih jauh, terkait ijin opersional, dan ijin pengambilan minyak dari pelabuhan rakyat Larantka menuju Lembata.

Untuk dua jenasa kapten KM Hikam Dua, Abdurahman idris langsung di berangatkan keluarganya menuju terong, Adonara dan dikebumikan pagi tadi pukul 11.00 Wita, sedangkan ABK KM Hikam Dua Paulus Fernades Aikolon dikuburkan pukul 10.00 wita dipekuburan Katolik Balela, Larantuka.(*polce)