PULUHAN TAHUN KECAMATAN DETUKELI ENDE BELUM DILAYANI ‘LISTRIK PLN

MEDIA GROUP, ENDE – Warga Kecamatan Detukeli Lio Utara Kabupaten Ende berharap percepatan pelayanan Penerangan Listrik Perusahaan Negara (PLN) dapat terealisasi efektif pada tahun 2015 ini.

Kantor Camat Detukeli

Kantor Camat Detukeli

Kepada media ini, 20 Februari sejumlah warga Kecamatan Detukeli Kabupaten Ende Flores berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Ende Kepemimpinan Bupati, Marsel Petu saat ini bersama mitra pembangunan daerah, DPRD Ende serta pihak Perusahaan Listrik Negara Cabang Flores Barat di Ende dapat mewujudkan percepatan pelayanan listrik PLN ke berbagai wilayah kecamatan di Kabupaten Ende, khususnya wilayah Kecamatan Detukeli Lio Utara-Ende yang hingga kini belum mendapat pasokan listrik PLN.

Sejumlah warga dan lintas tokoh masyarakat Kecamatan Detukeli, Marselinus Adam warga Nida, Felix Ndoki Sekretaris Desa Nggesa Biri, Berno Nober warga Detuara, Polikarpus Kea Kadha warga Nida Nuamuri, Hendrikus Pendi warga Detuboro, Linus Jo warga Detuboro, Flavianus Thondor warga Watunggere, Agustinus Satu warga Fungapanda, Simin Ndori warga Kurupoke, Emanuel Rindu warga Watunggere, Marianus Helvis warga Detukeli, Agus Misa warga Kanganara, Modes Beke warga Detuara, Kristoforus Alto warga Detumbewa, Siprianus Sale Sekdes Kebesani, Sebas Lawa Kepala Desa Maurole Selatan, Maximus Tema warga Kurukota, Polikarpus Peo Kaur Desa Maurole Selatan, Kosmas Muda warga Watunggere, Modes Beke warga Detuara, Thobias Noe warga Detuara, Frans Mbulu warga Detuara, Bonefasius Fono Kepala Desa Nggesa Biri dan sejumah warga lintas generasi, lintas profesi lainnya menyampaikan aspirasi mereka melalui nota aspirasi kepada media ini, terkait kerinduan masyarakat Kecamatan Detukeli untuk percepatan pemenuhan pasokan listrik PLN ke Wilayah Kecamatan Detukeli-Ende.

“Sebagai masyarakat Kecamatan Detukeli Kabupaten Ende kami semua patut menyampaikan penegasan aspirasi kami meski mungkin berulangkali kami katakan hal ini. Bahwa sudah puluhan tahun kami disini merindukan adanya pelayanan listrik PLN. Kami berharap tahun 2015 ini pihak-pihak berkompeten bisa merespons usulan dari masyarakat Kecamatan Detukeli yang kami dituangkan juga melalui point-point musyawarah desa (Musrembangdes) setiap desa di Kecamatan Detukeli untuk diketahui dan direspon oleh berbagai tingkat teratas di Kabupaten Ende,”ungkap Felix Ndoki.

Sementara , Bonefasius Fono bersama Berno Nober dan sejumlah warga Kecamatan Detukeli lainnya menyatakan kerinduan mendalam masyarakat Kecamatan Detukeli terhadap pasokan listrik PLN ke wilayah Detukeli.

Menurut mereka, untuk mendapatkan pelayanan penerangan listrik PLN sudah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama. Pasalnya, puluhan tahun masyarakat di setiap desa dan kampung-kampung wilayah Kecamatan Detukeli meminta pemenuhan pelayanan listrik PLN, tetapi hingga saat ini harapan itu belum terwujud sama sekali.

Pantauan media ini, 20 Februari 2015, seluruh wilayah di Kecamatan Detukeli sama sekali belum mendapat sentuhan peneragan listrik PLN. Sebagian warga menggunakan generator atau genset pribadi, sebagiannya menggunakan bola lampu (sehen) dan tidak sedikit warga hanya menggunakan lampu gas dan lampu pelita manual ala kadarnya. Beberapa kampung di wilayah Kecamatan Detukeli seperti kampung Nida Nuamuri, kampung Detuboro, Kampung Wololanu, Ndopolela, Ajeleke, Lewagare, Pemowawi, Welagadi, Wolobalu, Detuara, Watunggere, Kurukota, Mbotuda, Detunawu, Wolomuku, Fungapada, Nggesa, Wolobheto, Detumbewa, Detukeli, Kurupoke, Kanganara, Detunio dan Nuapu bahkan di kampung Watunggere Marilonga sebagai ibu kota Kecamatan Detukeli sendiri pun sampai hari ini belum mendapatkan pasokan penerangan listrik dari Perusahan Listrik Negara (PLN).

Dihubungi terpisah, 20 Februari 2015, Camat Detukeli, Yohanis Ndori, S.Sos melalui telepon celulernya kepada redaksi media ini membenarkan hingga kini Kecamatan Detukeli belum mendapatkan pelayanan listrik PLN. “Kalau listrik PLN untuk Kecamatan Detukeli prospek kedepannya saya belum tahu, tetapi sampai dengan saat ini untuk masyarakat kategory mampu, mereka memiliki genset untuk penerangan, beberapa lainnya mendapat program lampu sehen dari PLN, sisahnya tentu menggunakan lampu manual seperti yang diketahui bersama. Kami akan melaksanakan Musrembang dalam waktu dekat dan saya sudah membuat surat undangan untuk menghadirkan Manager PLN Flores Bagian Barat di Ende.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, pihak PLN akan mendsitribusikan staf pegawainya untuk hadir pada acara Musrembang nanti”, ungkap Camat Detukeli, Yohanis Ndori, S.Sos.

Menurut dia, pemenuhan listrik PLN bagi Kecamatan Detukeli merupakan kerinduan besar masyarakat yang belum pernah terwujud hingga hari ini. Selainitu untuk penerangan, lanjut dia, kehadiran listrik PLN bagi masyarakat Kecamatan Detukeli juga untuk dapat dipakai guna pengembangan multi kreasi usaha industri mikro menengah ekonomi keluarga masyarakat Detukeli yang saat ini didukung dengan adanya ketersediaan beberapa pasal lokal maupun akses pasar antar kecamatan yang secara topografi tidak begitu sulit dijangkau oleh warga masyarakat untuk memasarkan hasil-hasil ekonomi warga Kecamatan Detukeli Kabupaten Ende.

Camat Detukeli Yohanis Ndori,S.Sos menyatakan berdasarkan data musrembang desa-desa di Kecamatan Detukeli, rata-rata desa mengusulkan listrik PLN sebagai kategori primer kebutuhan masyarakat kecamatan Detukeli Kabupaten Ende.

Dihubungi terpisah, salah satu putera daerah asal Kecamatan Detukeli yang kini berkarya pada dunia pemberitaan reporter TVRI NTT, Aurelius Do’o melalui handpone nya turut menyampaikan atensinya untuk percepatan pemenuhan pelayanan listrik PLN yang menurutnya hingga kini masih merupakan pekerjaan rumah bersama termasuk bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Ende bersama Lembaga DPRD dan PLN Flores Bagian Barat serta para pihak terkait lainnya. Dia berharap semangat membangun dari desa yang diusung Bupati Ende Marselinus Petu bersama wakilnya mampu memayungi berbagai aspirasi rakyat untuk percepatan pemenuhan pelayanan listrik kepada sektor wilayah terisolir di Ende mulai tahun 2015 ini.

“Saya pikir point pertama patut digarisbawahi urusan pemenuhan listrik PLN untuk setiap desa di Kecamatan Detukeli maupun berbagai kecamatan lainnya di Ende adalah sebuah urusan wajib yang sudah waktunya mendapat porsi scala prioritas dari para pihak di daerah dalam rangka percepatan dan pemerataan pemenuhan pasokan listrik PLN bagi masyarakat. Semoga hal ini tidak dipersulit, apalagi Kepemimpinan Kabupaten Ende saat ini dan Lembaga Dewan menjunjung penekanan yang sama yaitu Membangunan dari Desa. Karenaitu sebagai salah satu putera daerah asal Kecamatan Detukeli Kabupaten Ende.

“Saya terlibat mengatensikan percepatan pemenuhan pasokan listrik PLN ke Kecamatan Detukeli. Ini juga atensi saya sebagai pekerja media kepada para pihak diantaranya yang terhormat Pemda Ende, DPRD Ende, Kepala PLN Cabang Flores Bagian Barat maupun para pihak lainnya agar dapat bersama-sama mensuksekan percepatan pelayanan listrik masuk desa sebagaimana target pencapaian negara terhadap pemenuhan pelayanan listrik PLN hingga ke desa-desa wilayah pelosok negeri ini. Bebaskan Kecamatan Detukeli dari kegelapan selama ini atas mandeknya percepatan pelayanan listrik PLN yang sudah berulangkali masyarakat Kecamatan Detukeli usulkan tetapi tidak menuai hasil sama sekali, ”urai Do’o.

Sementara itu berdasarkan data yang diterima redaksi ini dari Kecamatan Detukeli tanggal 20 Februari 2015, jumlah Penduduk KK di Kecamatan Detukeli Kabupaten Ende saat ini kurang lebih sebanyak 7.505 jiwa (Tujuh Ribu Lima Ratus Lima Jiwa). Hingga berita ini diturunkan, wartawan belum berhasil mengkonfirmasi beberapa pihak terakit guna dimintai informasi perencanaan percepatan pemenuhan penerangan listrik PLN untuk wilayah Kecamatan Detukeli maupun daerah-daerah lain di Ende yang diduga hingga kini belum mendapatkan pemerataan pasokan listrik PLN. (*tim)