Pupuk Subsidi Langka Pejabat Bupati Belu Sidak Pengecer

Media Group : Zona line news – ATAMBUA-  Usai melakukan pertemuan dengan para kelompok tani di ruang kerja Bupati Belu, Pj. Bupati Belu Drs. Wilhelmus Foni M.Si bersama Kadis pertanian dan perkebunan Kabupaten Belu, Remigius Asa,SH serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Drs. Florianus Nahak,M.Si melakukan Inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau ketersediaan pupuk bersubsidi di Agen resmi pengecer pupuk di kabupaten Belu Selasa, 17 Februari 2015.

Pj. Bupati Belu Drs. Wilhelmus Foni disela-sela kegiatan sidak

Pj. Bupati Belu Drs. Wilhelmus Foni disela-sela kegiatan sidak

Sidak dilakukan menyusul keluhan petani di Belu yang kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi pada musim tanam pertama. Agen resmi pengecer pupuk yang menjadi sasaran sidak adalah Toko Serafim, Toko Pelita Atambua, Toko Gajah Mada Atambua, serta Toko Kharisma pasar Baru Atambua.

Dari hasil sidak tersebut didapatkan bahwa stok pupuk ditoko pelita terdapat 17 ton pupuk yang baru diturunkan dari konteiner.

Menurut pemilik agen pengecer pupuk di toko pelita Atambua Ronald, pupuk bersubsidi saat ini tersedia dengan baik, pihaknya sudah mengirimkan uang kepada distributor di kupang untuk mendatangkan pupuk subsidi itu tetapi kedatangan pupuk sedikit terlambat dan hari ini baru tiba 17 Ton.

Dirinya juga menuturkan bahwa kendala yang dihadapi oleh pihaknya adalah terkadang jika pupuk tersebut ada dalam jumlah yang banyak tetapi  para petani tidak datang untuk mengambil pupuk tersebut.

“Kadang Stok Pupuk di gudang banyak tetapi petani tidak datang untuk membeli, kami sebagai pengecer merasa rugi bila pupuk ini disimpan terlalu lama di gudang,” ujar Ronald.

Pj. Bupati Belu Drs. Wilhelmus Foni disela-sela kegiatan sidak tersebut mengatakan sidak yang dilakukan ini untuk mengetahui stok ketersedian pupuk bersubsidi di sejumlah agen resmi pengecer pupuk di Atambua. Selain itu kelangkaan pupuk saat ini sudah meresahkan para petani di Belu karena banyak yang mengeluh tentang kelangkaan pupuk di musim tanam pertama ini.

“Hari ini kita datang bersama instansi teknis untuk melihat dan mengetahui stok persediaan pupuk di sejumlah agen resmi pengecer pupuk. Tadi kita juga sempat berbincang dengan pemilik agen, Pak Ronal saat ini pupuk sementara turun 17 ton,  memang ada sedikit kesulitan/kendala adalah kadang-kadang pupuknya ada dan petani sudah membayar tetapi pupuknya belum diambil, juga pupuk tersedia tetapi petani tidak mampu membeli,” ungkapnya.

Pejabat Bupati beeharap kepada petani saat ini pupuk sudah tersedia silahkan datang mengambil dengan membawa Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Dalam kesempatan itu Kadis Sosial Provinsi NTT juga menghimbau para pengecer agar selalu berkoordinasi dengan instansi teknis pemerintah, berkaitan dengan laporan ketersedian pupuk dan laporan sudah sejauhmana distribusi pupuk yang disalurkan ke tiap kecamatan di Belu sebagai bentuk kontrol dari pemerintah daerah.

“Kita minta supaya para pengecer ini memberikan laporan kepada dinas pertanian atau dinas perdagangan kalau tidak maka kita akan berikan sangsi,” tegas Willem Foni.
Willem Foni juga mengakui bahwa pemerintah kabupaten Belu telah menyediakan sejumlah anggaran dari APBD dua, namun belum bisa mengakomodir semua kebutuhan dari para petani.

“Niat baik pemerintah daerah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita. Kedepan kita akan berusaha agar pupuk subsidi ini, bila perlu langsung di beli oleh pemerintah, kemudian kita memberikan secara cuma-cuma kepada petani,” pungkas Willem Foni.

Dalam sidak di agen resmi pengecer pupuk di toko pelita Atambua, penjabat Bupati Belu sempat berdialog langsung dengan para petani yang secara bersamaan sedang menunggu untuk mengambil pupuk diagen tersebut. (*David)