Rudy Soik Terancam Dipecat

Zonalinenews –Kupang,- Brigpol Rudy Soik, terdakwa penganiayaan terhadap Ismail Pati Sanga (30), beberapa waktu lalu, dijatuhi hukuman oleh majelis hakim selama empat bulan penjara. Mendengar putusan itu, Rudy Soik mengungkapkan dugaan keterlibatan Dirkrimum Polda NTT dalam Mafia perdagangan manusia. Sebelumnya,  Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Rudy Soik dengan hukuman enam bulan penjara. Atas putusan itu, Rudy Soik terancam dipecat dari anggota Polri.

Brigpol Rudy Soik,bertepuk tangan setelah mendengar putusan hakim

Brigpol Rudy Soik,bertepuk tangan setelah mendengar putusan hakim

“Rudy Soik bisa saja diberhentikan dengan tidak hormat, karena itu sudah ada putusan hukum tetap,” kata Kepala Bidang Humas Polda NTT, AKB. Agus Santosa, Rabu 18 Februari 2015.

Menurut Agus, setelah adanya putusan pengadilan Negeri, Polri akan menggelar sidang kode etik bagI Rudy Soik, dan berdasarkan pertimbangan pejabat yang berwewenang bisa dinyatakan tidak dapat dipertahankan untuk menjadi anggota Polri. “Pemecatan Rudy Soik tergantung pada sidang kode etik nanti,” katanya.

Dalam sidang tersebut, Brigadir Polisi (Brigpol) Rudy Soik divonis empat bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Kelas 1 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa 17 Februari 2015.

Majelis hakim yang dipimpin oleh Hakim Ketua Ketut Sudira, dua hakim anggota Ida Ayu Nyoman dan Jamser Simanjuntak, memvonis empat tahun penjara karena Rudy terbukti bersalah melanggar Pasal 351 ayat 1 KUHP dengan menganiaya Ismail Pati Sanga.

Menurut hakim, perbuatan Brigpol Rudy Soik menyebabkan Ismail Pati Sanga menderita sakit dan tidak bisa bekerja dengan baik sebagai tukang ojek.

Sementara  hal yang meringankan terdakwa, menurut hakim, yakni, terdakwa mengakui perbuatannya, terdakwa telah cukup lama mengabdi sebagai anggota Polri dan terdakwa mempunyai tujuan baik yaitu membongkar kasus perdagangan manusia yang sedang marak terjadi di NTT.

Atas putusan itu, Brigpol Rudy Soik yang didampingi penasihat hukum Ferdy Maktaen dan Magnus Kobesi mengatakan masih pikir-pikir dan akan berencana mengajukan banding.

“Kami masih pikir-pikir, apakah mengajukan banding atau tidak,” ungkap Ferdy.

Rudy Soik, yang ditemui usai sidang, mengatakan, sangat kecewa dengan putusan hakim tersebut. Pasalnya, putusan hakim tersebut tidak sesuai dengan fakta hukum.

“Putusan hakim ini tidak sesuai fakta persidangan. Saya tidak pernah memukul Ismail dibagian dada. Tetapi disidang hakim menjelaskan lain. Jangan jadikan proses hukum ini sebagai sebuah formalitas hukum, kemudian hanya ingin memenjarakan orang. Karena saya tahu proses penyidikan terhadap diri saya,” ungkap Rudy.

Terkait keterlibatan Dirkrimum Polda NTT, Sam Kawengian, dalam kasus perdagangan manusia, Rudy menyatakan, dirinya akan terus melakukan upaya hukum guna melaporkan atasannya tersebut. “Saya akan proses hukum Dirkrimum atas keterlibatannya dalam perdagangan manusia. Saya tidak takut karena yang salah harus dihukum,” beber Rudy.

Terpisah, Kapolda NTT, Brigjen. Endang Sunjaya, saat ditemui di aula Eltari, Senin 16 Februari 2015, mengatakan, dirinya akan serius menangani persoalan human trafficking dan menindak tegas para pelaku yang terlibat dalam kasus perdagangan orang.

Sesuai pengakuan Rudy Soik bahwa ada keterlibatan oknum petinggi Polda NTT, dirinya berjanji, akan menindaklanjuti pengakuan Rudy Soik tersebut. Dan dalam proses penanganan kasus ini, menurutnya, tidak membeda-bedakan latar belakang pelaku. Olehnya, dirinya berjanji akan menindak tegas oknum polisi yang terlibat dan terbukti bersalah.

“Saya akan tindak tegas pelaku perdagangan manusia. Entah itu sipil atau oknum anggota polisi. Jika terlibat dan terbukti bersalah, saya akan tindak,” tegasnya. (*amar)