Tidak Diperhatikan Pemkab Ngada, Kampung Nua Mere Kegelapan

Media Group –BAJAWA, –  Sekitar sembilan puluhan jiwa warga di Kampung Nua Mere, Dusun Wawowae Wolowio, Bajawa Kabupaten Ngada Flores NTT belum mendapatkan sentuhan penerangan listrik dan pemenuhan air minum bersih, padahal warga telah meminta perhatian kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada lewat proposal namun sampai saat ini belum juga mendapat tanggapan.

kepala kampung Nua Mere Wolowio Bajawa, Benediktus Koa

kepala kampung Nua Mere Wolowio Bajawa, Benediktus Koa

Kepada wartawan 31 Januari 2015 kepala kampung Nua Mere Wolowio Bajawa, Benediktus Koa mengeluhkan minimnya perhatian daerah terhadap kondisi ini. “Kami disini masih pakai lampu pelita karena belum ada pasokan listrik PLN ke wilayah kami. Selain itu kami juga tidak mendapat air minum bersih, walaupun sudah kami usulkan ini semua kepada pihak pemerintah daerah”, ungkap Benediktus Koa.

Catatan media ini , Kampung Nua Mere Wolowio Ngada dalam garis peta lokasi Kabupaten Ngada Flores, letaknya berada berada tidak jauh dari ibu kota Kabupaten Ngada. Kampung Nua Mere berada sekitar dua kilo meter bagian utara dari kota Bajawa ibu kota Kabupaten Ngada. Warga yang mendiami perkampungan ini rata-rata berprofesi petani ladang dan pedagang sayur mayur dari hasil perkebunan lokal Ngada. Jarak tempuh dari Kota Bajawa menuju Kampung Nua mere sendiri bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua yang memakan waktu sekitar lima belas menit dari jantung Kota Bajawa. Tercatat sekitar seratus jiwa mendiami perkampungan Nua Mere Wawowae Bajawa. Warga di perkampungan ini mengalami kesulitan besar dalam pemenuhan air minum bersih, listrik penerangan dan akses jalan.

Untuk sementara ini warga kampung mendapat perhatian dari sebuah yayasan lokal, Yayasan Hermaga Ngada melalui bantuan pembuatan bak-bak penampung air bersih guna menampung air tadah hujan di musim penghujan saat ini. Ditemui wartawan di kediamannya 31 Januari 2015 warga Nua Mere, Kristo mengaku pasrah atas ketertinggalan ini dan berharap pemerintah daerah Kabupaten Ngada dan pihak-pihak terkait sadar akan pemenuhan kebutuhan masyarakat di daerah. “Kami  sudah mengajukan laporan kondisi atas ketertinggalan ini, tetapi sampai saat ini tidak ada tanda-tanda dari elit politik di daerah ini menjawab aspirasi kami,” kata Kristo.

Pantauan media ini, puluhan rumaha di Kampung Nua Mere Bajawa masih menggunakan lampu pelita manual untuk penerangan di malam hari. Sementara itu untuk masalah air minum bersih, di musim penghujan saat ini , earga menampung air hujan, sebagian lainnya mengambilnya dari kampung terdekat Wolowio. (iw-gt)