Tuntut Batalkan Pelantikan BG, Mahasiswa Dapat Tindakan Represif Aparat Polisi

Media Group , KUPANG, – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Wilayah NTT, menggelar aksi damai menolak pelantikan Komjen Budi Gunawan, sebagai Kapolri oleh Presiden, Joko Widodo, di depan halaman Polda NTT, Senin (16/2/2015). Ironisnya, dalam upaya pembubaran mahasiswa oleh aparat kepolisian dari Polres Kupang Kota tersebut, mahasiswa mendapatkan perlakuan represif dari aparat kepolisian. Akibatnya, sebagian mahasiswa mendapatkan luka memar dan berhasil diamankan.

LMND demo Tolak BG di depan Polda NTT

LMND demo Tolak pelanti kanBG di depan Polda NTT

Selain menolak pelantikan Budi Gunawan, mahasiswa juga menuntut agar segera menghentikan upaya penghancuran terhadap KPK lewat kriminalisasi komisioner KPK.

Menurut mahasiswa, rangkaian pelaporan-pelaporan terhadap pimpinan KPK adalah bentuk serangan balik atas ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka oleh KPK. Mahasiswa juga menilai tindakan pelaporan tersebut adalah bentuk pelumpuhan terhadap institusi KPK melalui kriminalisasi kepada seluruh unsur pimpinan KPK. Olehnya, mahasiswa mengajak masyarakat sipil untuk mengecam tindakan kriminalisasi tersebut.

Pantauan wartawan, sekitar pukul 10.00 wita, puluhan mahasiswa yang di koordinasi oleh Eman Tupen Masan tersebut berkumpul  dan mulai melakukan orasi serta membagikan selebaran pernyataan sikap kepada warga masyarakat yang melintas.

Saat sedang melakukan orasi, salah satu anggota polisi menyuruh mahasiswa agar berhenti melakukan orasi dan segera membubarkan diri.  Karena menurut  anggota polisi tersebut, mahasiswa tersebut tidak mengantongi surat ijin dari polisi. Selain itu, pada hari yang sama ada aksi demontrasi juga yang dilakukan masyarakat Ngada di Polda NTT. Olehnya, dengan pertimbangan keamanan mahasiswa tersebut harus di bubarkan.

“Sesuai aturan hukum bahwa tiga hari sebelum melakukan aksi, harus sudah memasukan surat pemberitahuan. Mereka baru masukan surat tadi malam jam sepuluh, sehingga harus dibubarkan,” ungkapnya.

Mendengar pernyataan anggota polisi tersebut, mahasiswa terus melakukan orasi dan tidak mau membubarkan diri.

Merasa tegurannya tidak diindahkan oleh mahasiswa, puluhan aparat kepolisian akhirnya melakukan upaya paksa untuk membubarkan mahasiswa tersebut. Puluhan mahasiswa tersebut berhasil diamankan dengan menggunakan mobil Dalmas.

Saat diangkut ke mobil Dalmas, puluhan mahasiswa tersebut mendapatkan pukulan serta tendangan dari aparat kepolisian. Akibatnya, beberapa mahasiswa mengalami luka memar.

Setelah diamankan di Polres Kupang Kota, puluhan mahasiswa tersebut pun akhirnya dilepaskan.

Sementara itu, Ketua LMND Eksekutif Wilayah NTT, Stevano Brazao Oliviera, saat ditemui di kantor sekertariat LMND mengaku kesal dengan sikap represif aparat kepolisian tersebut.

Menurutnya, sikap yang dipertontonkan anggota polisi tersebut merupakan suatu sikap bahwa polisi hingga saat ini masih menggunakan kekuasaannya untuk meredam aksi-aksi progresif dari mahasiswa.

Olehnya, dirinya mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya bersama organisasi mahasiswa lainnya akan melakukan aksi lanjutan untuk meminta pertanggungjawaban aparat polisi terkait tindakan represif tersebut.

“Saya sangat kesal dengan sikap anggota polisi yang masih menggunakan kekuasaanya untuk meredam aksi mahasiswa. Dalam waktu dekat saya bersama rekan organisasi mahasiswa lainnya melakukan aksi untuk meminta pertanggungjawaban aparat kepolisian,” tegasnya. (*amar)