Unsur Pimpinan DPRD Ngada Sebut Bansos 2015 Melambung Drastis

Media Group, BAJAWA- Bersamaan dengan tahun politik pemilu Kepala Daerah lima tahunan, kucuran dana Bantuan Sosial (Bansos) Kabupaten Ngada, Flores-Nusa Tenggara Timur melambung  naik menjadi dua puluh milyar rupiah. Pasalnya siraman dana Bansos Kabupaten Ngada kali ini memegang record tertinggi atau berkali-kali lipat jika dibandingkan dengan besaran dana bansos Kabupaten Ngada pada tahun-tahun sebelumnya, ataupun jika dibandingkan dengan alokasi Bansos sejumlah Bupati Ngada dimasa periode lalu.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Ngada, Dorothea Dhone

Wakil Ketua Komisi II DPRD Ngada, Dorothea Dhone

Sekretaris Komisi II DPRD Ngada, Marsel Na’u kepada media ini, 18 Februari 2015 menyebut Angka Bansos Kabupaten Ngada Tahun 2015 sangat fantastis, naik drastis dari tahun-tahun sebelumnya.

“Besar sekali Bansos kita kali ini, pemerintah sangat ngotot menggolkan dana Bansos sebesar Dua Puluh Milyar Rupiah. Menurut saya Bansos Ngada kali ini terlalu besar dan ada indikasi negative dalam beberapa itemnya. Silahkan Ini bisa dilihat dalam Buku Anggaran yang sudah ditetapkan dan diperkuat dengan Perda. DPRD pun sudah ketok palu dan besaran Dana Bansos Kabupaten Ngada Tahun 2015 senilai Rp.20 Milyar lebih,”ungkap Marsel Na’u.

Ketua FKMND Ngada, Fritz Doze

Ketua FKMND Ngada, Fritz Doze

Dihubungi terpisah, 18 Februari 2015, Wakil Ketua Komisi II DPRD Ngada, Dorothea Dhone membenarkan keterangan Sekretaris Komisi II DPRD Ngada Marsel Na’u.  Menurut dia, kucuran Dana Bansos Kabupaten Ngada Tahun 2015 sangat besar, senilai Rp.20 Milyar. “Data yang dikemukakan oleh Sekretaris Komisi II DPRD Ngada, itu adalah fakta kebenaran melambungnya dana Bansos di Ngada. Menurut saya, Angka Bansos Ngada kali ini terlalu fantastis atau naik drastis jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Ada beberapa point penting yang patut saya garis bawahi dan patut dikritisi terhadap klausul Bansos Ngada kali ini, tetapi sebaiknya hal ini saya jelaskan pada tempat berbeda agar lebih terang benderang dan dapat dikawal bersama”, kata Dorothea Dhone.

Hingga berita ini diturunkan, media group belum berhasil mewawancarai Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada ataupun Dinas Keuangan Pemkab Ngada guna dimintai keterangan penjelasan terkait Bansos yang melambung tinggi di Kabupaten Ngada Flores. Ketua Forum Masyarakat Ngada dan Diaspora, Fritz Doze kepada media ini 18 Februari 2015, memberikan tanggapan atas informasi Komisi II DPRD Ngada ini.

Doze berharap rakyat Ngada tidak hilang kepekaan terhadap berbagai modus penggunaan anggaran yang terkesan untuk menina-bobo rakyat Ngada di tahun-tahun politik sekarang ini.

Dia meminta Lembaga Dewan Ngada segera keluarkan rekomendasi paripurna ataupun rekomendasi komisi, bila perlu rekomendasi perorangan atas topik panas yang dapat diduga mark-up ini. Dijelaskan, Forum Komunikasi Masyarakat Ngada dan Diaspora (FKMND), selalu konsen mengawasi perilaku kebijakan daerah.
“FKMND minta DPRD Ngada segera keluarkan rekomendasi hukum terhadap dugaan masalah ini. Karena paripurna selalu pakai pola politik kuat-kuatan, ya keluarkan saja rekomendasi komisi, tetapi kalau itupun masih dipenuhi dengan nuansa pemblokiran, ya keluarkan saja rekomendasi team gabungan wakil rakyat perutusan daerah pemilihan. Rakyat ingin melihat kerja nyata Anggota Dewan Ngada dalam kasus-kasus seperti ini sekaligus ingin membedakan mana wakil rakyat yang jujur pada fakta atau setia pada amanat awal, sebaliknya siapa-saiapa saja wakil rakyat Ngada yang berlagak elit politik tetapi hanya seukuran meminjam seragam rakyat untuk menjadi pemain akrobatik politik di Kabupaten Ngada. Saya minta kasus ini segera disikapi oleh lembaga DPRD Ngada dan warga Ngada yang ada di daerah maupun warga Ngada di luar daerah tetap bersuara memberikan pengawasan melekat kepada siapapun pemabngku kekuasaan di Kabupaten Ngada. Saya juga berharap aparatur penegak hukum di Ngada membaca poin ini dan harus sigap memberantas setiap modus Korupsi di Bumi Ngada,” ungkap Ketua FKMND, Fritz Doze. (*iwn)